Disarankan Gaet Turis Arab

0
132

BANYUWANGI – Belasan pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Indonesia mengunjungi Banyuwangi Jumat malam lalu (15/2). Mereka bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas dan beberapa pejabat pemkab di halaman belakang Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dalam pertemuan itu, mereka berbagi pengalaman selama terbang ke ratusan negara di dunia. Yang menarik, para pilot itu datang ke Bumi Blambangan tidak menunggang pesawat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mereka datang mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson dari Jakarta. Rombongan pilot itu dipimpin Kasubdit Operasi Pesawat Terbang Kementerian Perhubungan RI, Kapten Avi Riyanto. Saat berada di Banyuwangi, para pilot senior Indonesia itu melakukan aksi sosial menyantuni puluhan anak yatim. Para pilot dari berbagai maskapai penerbangan itu sedang liburan dan touring Jakarta-Bali. Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka keliling kota Banyuwangi.

Dalam pertemuan itu, Bupati Anas menyampaikan progress pembangunan Banyuwangi. Saat ini, kata Bupati Anas, Banyuwangi sedang menata dan mengembangkan sektor pariwisata. “Pariwisata yang kita kembangkan adalah wisata ecotourism,” jelas Bupati Anas. Bupati Anas meminta para pilot tersebut mempromosikan wisata Banyuwangi di luar negeri. Anas juga mengundang para pilot tersebut agar berinvestasi di Banyuwangi. Dalam dua tahun terakhir, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi meningkat tajam.

Namun, masih ada beberapa pelayanan yang kurang maksimal terhadap para wisatawan yang datang. Salah satunya, di Banyuwangi belum ada hotel berbintang. “Kalau ada pilots yang mau berinvestasi di bidang perhotelan, di persilakan datang ke Banyuwangi. Kami akan berikan sejumlah kemudahan,” katanya. Pada kesempatan itu, Bupati Anas juga memberi kesempatan para pilot untuk memberi masukan terhadap pembangunan pariwisata di Banyuwangi.

Saat diminta, beberapa pilot langsung memberi masukan. Salah satu masukan yang disampaikan adalah terkait kondisi terkini negaranegara Eropa. Para pilot itu menyarankan agar tidak terlalu berharap banyak terhadap kunjungan wisatawan dari Eropa. “Negara-negara Eropa sedang dilanda krisis ekonomi berkepanjangan. Masyarakat Eropa sedang susah dan memangkas besar-besaran anggaran berlibur,” kata Septo, salah seorang pilot yang terbang pada rute Abu Dhabi-Eropa itu.

Sebaliknya, negara Ti mur Tengah kini sedang be rada di puncak kejayaan eko nomi. Hampir setiap hari penerbangan pesawat dari Timur Te ngah dengan berbagai tujuan itu penuh wisatawan. Tetapi, wi satawan dari negara-negara Arab berbeda dengan turis dari Eropa. Kalau turis Eropa se nang dengan tarian-tarian dan patung-patung masa lalu, se dangkan turis asal Arab tidak menyukai tari-tarian dan patung. Turis Arab lebih se nang wisata alam yang hijau.

“Sekarang, tren wisatawan warga Timur Tengah ke Cheko. Di sana mereka menikmati la pangan hijau,” ungkapnya. Karena itu, Septo me nyarankan Pemkab Banyuwangi me lirik wisatawan Timur Tengah ketimbang turis Ero pa. “Banyuwangi harus mem perbanyak poster-poster sa wah, lapangan hijau, dan pegunungan di kantor per wa kilan RI di negara-negara Ti mur Tengah,” sarannya. (radar)

Loading...