Diserang Tikus, Petani Hanya Untung Rp 1 Juta

  • Bagikan

diserangBANYUWANGI – Selain memiliki sejumlah kekayaan di bidang budaya, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, juga terkenal memiliki areal persawahan dan ladang cukup luas. Beragam tanaman seperti palawija, padi, dan sayur mayur ditanam untuk memenuhi kebutuhan hidup warga Kenjo dan sekitarnya. Kepala Desa Kenjo Gojali mengatakan, sebagian besar luas tanah Desa Kenjo ini memang areal persawahan.

Karena itu, wajar jika mayoritas warga Kenjo berprofesi sebagai petani dan buruh tani. ”Rata-rata warga Kenjo ini bertani padi,” ucap Gojali. Menurut Gojali, penghasil padi terbanyak adalah Dusun Krajan dan Dusun Klatakan. ”Untuk penghasil cabe, palawija, sabrang (ubi jalar) dan lain-lain adalah di Dusun Salakan,” ujar pria berkumis tebal itu. Ironisnya, kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banyuwangi saat ini membuat para petani padi di Desa Kenjo banyak yang mengalami gagal panen.

Gagal panen ini diungkapkan oleh Jahar, 40, petani asal Dusun Krajan. Menurut Jahar, selain karena musim kemarau, yang membuat rugi petani adalah serangan hama tikus yang kerap terjadi di masa sebelum panen. Karena itu, Jahar dan sejumlah petani Kenjo lainnya mengaku rugi jutaan rupiah. ”Biasanya kalau nggak ada hambatan seperti ini, hasil panen sekitar Rp 4 juta dari sekitar lima petak sawah.

Tapi kalau lagi ada hama seperti ini, kami hanya untung Rp 1 juta. Kurang lebih segitu, Mas,” pungkasnya. Berdasarkan pantauan koran ini, meskipun di Desa Kenjo kaya akan areal persawahan, namun rata-rata pemilik sawah bukan orang Kenjo asli. Melainkan orang Glagah. Penyebabnya, karena banyak warga yang terbelit utang untuk membiayai anaknya sekolah. Sehingga sawah yang mereka miliki terpaksa dijual. (radar)

Baca :
Serangan Semakin Menggila, Pemerintah Diminta Turun
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: