dr. Gunadi, PhD, Lulusan Terbaik Kedokteran, S3 di Kobe University

0
3611

jadiBanyak orang Banyuwangi sukses di perantauan. Salah satunya adalah dr. Gunadi, Ph.D. Pria kelahiran Singotrunan itu kini menjadi orang penting di Fakultas Kedokteran (FK) UGM Jogjakarta. Selain sebagai dokter, penyandang program doktor di Kobe University Graduate School of Medicine Jepang itu juga aktif mengajar di Bagian Ilmu Bedah, Divis Bedah Anak, FK UGM/RS Dr. Sardjito, Jogjakarta.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PENAMPILANNYA kalem. Gaya bicaranya juga pelan. Sepintas tidak ter lihat bahwa pria itu menyandang predikat doktor. Dialah Gunadi, alum nus SMAN 1 Giri Banyuwangi 1998. Gunadi kini ter go long orang sukses di bidang ke dokteran. Sebagai warga Osing, dia telah me lambungkannama Banyuwangi di jagat  kedokteran In donesia.

Belum lama ini, pria berusia 33 tahun itu mengikuti kolaborasi pe ne litian Divisi Bedah Anak, Bagian Ilmu Bedah FK UGM/RS Dr. Sardjito, dengan Prof. Ara vinda Chakravarti, Ph.D dari McKusick, Natthans Institute of Ge netic Medicine, Johns Hopkins University School of Medicine, Bal timore, United States Saya di Johns Hopkins bukan menempuh program S3, tapi mengikuti penelitian post doktoral (pasca S3),’’ ujar Gunadi mengawali perbincangan dengan koran ini.

Penelitian dilakukan April-Juli 2013 dengan beasiswa Dikti-Fulbbright Senior Re search Program. Penelitiannya tentang ana lisis genetik molekuler Gena NTF3 dan NTRK3 pada pasien Hirschsprung di Indonesia. Penyakit Hirschsprung (Megakolon Kongenital) disebabkan ti dak  adanya ganglion Meisnerr dan Auer bach pada kolon. Ketiadaan ganglion tersebut akibat adanya gangguan saat perkembangan sistem saraf intestinal (enteric ner vous system) pada usia embrio 5-12 minggu.

Sampai saat ini, minimal ada 13 gena yang ter bukti terlibat dalam gangguan proses per kembangan di atas, di antaranya gena NTF3 dan NTRK3. ”Penyakit ini merupakan sa lah satu penyakit kongenital yang cukup tinggi insidensinya di Indonesia. Bahkan, di dunia insidensinya 1:5000 kelahiran hidup,” papar Gunadi. Siapa sejatinya Gunadi? Dia lahir dari keluarga pasa-pasan, tepatnya di Si ngo trunan, Banyuwangi. Ayahnya bernama Usnan dan sudah meninggal.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last