Dua Tahun, Penyebaran Difteri Meningkat

0
331

BANYUWANGI – Wabah penyakit difteri hingga kini masih menjadi persoalan pelik. Untuk menekan angka penyebaran wabah difteri, pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi penanganan penyakit yang mematikan itu. Pada akhir bulan Oktober lalu, pemerintah daerah mengumpulkan sejumlah kalangan untuk sosialisasi penangan penyakit difteri itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam kesempatan itu hadir dari unsur TNI/Polri, guru TK dan PAUD, PKK, dan organisasi sosial keagamaan. PT Askes, Direktur Stikes, Direktur RSUD Blambangan, rumah sakit swasta, kepala Puskesmas dan para koordinator bidan se- Banyuwangi. Sekkab Banyuwangi Slamet Kariyono mengatakan, penyakit difteri di Jatim menjadi permasalahan yang pelik di bidang kesehatan.

Dari 906 kasus difteri di Indonesia, ungkap dia, Jatim menjadi penyumbang terbanyak, yakni 713 kasus. Penyakit difteri dapat dicegah dengan munisasi (PD3I). Tingginya kasus difteri, PemprovJatim akan melaksanakan kegiatan imunisasi tambahan berupa sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) difteri pada anak usia dua bulan hingga 15 tahun di 19 kabupaten/kota prioritas. “Banyuwangi menjadi salah satu deerah yang menjadi prioritas,” ungkap Slamet.

Dia mengungkapkan, di Banyuwangi ditemukan 16 kasus difteri dengan satu korban meninggal dunia. “ Kita ingin membebaskan Banyuwangi dari penyakit difteri. Kita minta semua pihak membantu sosialisasi pentingnya imunisasi tambahan ini. Sebab sub PIN Difteri ditargetkan mencapai minimal 95 persen dari populasi sasaran,”ujar Slamet.

Loading...

Dinas Kesehatan Banyuwangi menargetkan 386 ribu orang menjadi sasaran imunisasi difteri. Lokasinya menyebar di beberapa tempat mulai PAUD, TK, SD, SMP, pondok pesantren dan sasaran di perkampungan yang tidak sekolah. Dinas Kesehatan, kini telah menyiapkan sekitar 4500 pos yang akan ditempatkan di 24 kecamatan. Selain Posko, juga disiapkan sekitar 740 petugas tenaga kesehatan yang disiapkan untuk melakukan imunasi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2