Dulu Kue Primadona, Kini Peminatnya hanya Warga Banyuwangi Selatan

0
2090

“Warga banyak yang membuat jajanan Lebaran,” terangnya. Diantara warga yang disebut Marifatun itu adalah, Damami, 55. Pria yang juga menjadi tenaga pendidik di SMPN 3 Genteng itu mengaku mulai memproduksi jajan pesanan warga sejak sebulan sebelum Ramadan.

“Sehari hanya kuat satu gembreng, ya akhirnya dimulai sejak awal,” cetusnya. Opak gulung yang dibuat warga Dusun Jalen, Desa Setail, ini bisa bertahan hingga tiga bulan. Yang penting, selama kemasan tersebut rapat maka dipastikan jajan ini tidak akan rusak.

“Bisa tahan lama tanpa pengawet, orang bikin ini sampai Idul Adha,” ungkapnya. Di luar musim Lebaran, pembuatan opak gulung hanya melayani orang yang sedang menggelar hajatan. Sementara pembuatan untuk dikirim ke toko atau dijual secara langsung, hingga saat ini belum terpikirkan. “Kalau jualan kok belum kepikiran, pasarnya mungkin yang belum melihat,” ucapnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 | 2 |3 | Last