Dulu Langganan Pengajian, Kini Minim Perhatian

0
752
GARUDA: Monumen Pancasila Sakti di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi.
GARUDA: Monumen Pancasila Sakti di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, jadi saksi bisu kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti apa kondisi monumen tersebut saat ini? AGUS BAIHAQI, Cluring untuk menuju lokasi Monumen Pancasila Sakti di Dusun Cemetuk, Desa Cluring, pengunjung bisa dengan mudah menjangkaunya. Dari kantor Kecamatan Cluring, menumen itu hanya berjarak sekitar satu kilometer ke arah barat.

Hampir semua warga Desa Cluring mengetahui monumen bersejarah tersebut. Hanya, untuk menuju ke lokasi monumen ini, pengunjung harus berhati-hati berjalan. Sebab, jalan aspal sepanjang satu kilometer itu hampir semuanya rusak parah.

Kondisi memprihatinkan lagi, pada jalan aspal di samping monumen yang sudah beberapa tahun terakhir ini berlubang, karena lapisan aspalnya mengelupas. Monumen Pancasila Sakti berada di tepi jalan beraspal yang rusak itu. Berada di lahan yang tidak luas, lokasi monumen ini sebelumnya lahan milik warga yang dihibahkan.

“Dulu tanahnya milik Mbah Wonokaryo dan diturunkan pada Mbah Jami (cucunya). Oleh Mbah Jami, lahan ini diwakafkan untuk monumen,” cetus Supingi, 52, penjaga monumen. Meski tidak terlalu luas, Monumen Pancasila Sakti yang dibangun pada 1995 lalu itu tergolong cukup lebar.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last