Ethno Wear Awali BEC

0
1087
Talent-talent BEC menjalani geladi bersih di sepanjang Jalan Veteran, sore kemarirn. Mereka akan menampilkan kostum yang merepresentasikan blue fire, penambang belerang, hingga landscape Ijen.

BANYUWANGI – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) jilid tujuh siap digelar Sabtu besok (11l/11). Karnaval busana ber-kelas tersebut akan diawali perhelatan Ethno Wear yang bakal digeber di Taman Blambangan siang ini (10/11l).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ethno Wear adalah seni busana yang dibuat dengan lebih menitikberatkan pada aspek estetika atau seni berpakaian. Ditampilkan dalam bentuk fashion, Ethno Wear mengusung tema etnik budaya Banyuwangi.

Tahun ini merupakan kali pertama Ethno Wear diselenggarakan. Menampilkan kostum dengan tiga tema berbeda, yakni Gandrung, Barong Using, dan Kebo-keboan. Ketiga tema tersebut dipertunjukkan dengan konsep winter (musim dingin).

“Mengapa winter? Busana etnik yang akan dikenakan oleh para talens besok ditampilkan dalam desain yang menutup seluruh tubuh, sedikit tebal. Jadi terkesan sopan. Kami menganalogikannya dengan busana musim dingin,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda.

Tiap-tiap kostum akan menghadirkan unsur sesuai dengan tema yang diusung. Misalnya pada kostum Gandrung. Peserta akan menampilkan kostum yang rancagannya masing-masing dengan 7 unsur gandrung di dalamnya, seperti omprog, kipas gandrung, atau pernik-pernik lainnya yang biasa dikenakan penari gandrung.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Festival Kuwung Hadirkan Gemilangnya Ragam Seni Budaya Banyuwangi