Fang Sen, Lepas 69 Tukik

0
377
FANG SEN: Warga keturunan Tionghoa dan siswa SD Sarongan melepas tukik di Pantai Rajegwesi Rabu sore (21/3).

PESANGGARAN – Puluhan warga keturunan Tionghoa, Banyuwangi, bersama Yayasan Penyu Banyuwangi dan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menggelar ritual Fang Sen Rabu sore (21/3). Dalam ritual melepas makhluk hidup itu, mereka melepas anak penyu atau tukik di sekitar Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ritual untuk mencari kebaikan itu dimulai sekitar pukul 16.00. Sebanyak 69 ekor tukik jenis hijau atau chelonia mydas dilepas ke laut. Sebelumnya, mereka
membaca doa bersama di pantai, dipandu biokong (juru kunci) Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sutrisno.

“Dengan melepaskan makhluk hidup, diharapkan kita terlepas dari malapetaka,” kata Sutrisno. Fang Sen, jelas dia, merupakan ritual bagi warga keturunan Tionghoa, yang memiliki banyak kebaikan. Selain dijauhkan dari malapetaka, juga untuk mensucikan hati, pikiran, menghilangkan hawa nafsu, dan menenteramkan pikiran.

“Juga dapat mendidik manusia, agar memiliki jiwa yang lapang dada dan hati yang welas asih,” cetusnya. Ritual Fang Sen dengan melepas tukik hijau itu dilakukan dua tahap. Acara pertama melepas beberapa ekor tukik oleh para pelajar SD yang ada di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Loading...

Sedangkan pelepasan tukik kedua dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa, setelahlebih dahulu menggelar ritual. “Kami sangat mendukung dengan kegiatan ini (melepas tukik),” cetus Kepala TNMB Bambang Darmaja. Menurut Bambang, saat ini penyu termasuk satwa yang dilindungi dengan populasi terbatas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last