Festival Barong Awali Ritual Kebo-Keboan

0
206

festivalSINGOJURUH – Sebanyak sembilan kelompok barong Banyuwangi, kemarin beradu kepiawaian memainkan gerak dan iringan lagu barong. Setiap kelompok menyuguhkan cerita berbeda dalam festival yang dilaksanakan di area persawahan Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh tersebut. Ketua panitia festival barong, Suriko mengatakan acara ini merupakan even perdana, karena sebelumnya belum pernah ada. Salah satu hal yang melandasi festival ini adalah kekhawatiran para pemerhati kesenian terhadap kesenian barong yang mulai dilupakan masyarakat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Barengan hampir punah, kita menghidupkan lagi,” katanya. Suriko berharap festival barong ini bisa menjadi rangkaian Kebo-keboan yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Untuk tahun ini pelaksanaan ritual Kebo-keboan masih terpaut agak lama. “Festival barong sekarang, Kebo-keboan harusnya besok, ini masih kita evaluasi,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan salah seorangjuri festival barong. Menurutnya acara ini penting untuk mendongkrak keberadaan barong yang mulai ditinggalkan warga. 

Salah satu yang menjadi indikasi adalah minimnya warga yang menggelar barong dalam hajatan di rumahnya. “Dulu kalau sunatan selalu diarak barong, sekarang mulai jarang,” cetusnya. Penampilan para pemain fes-tival barong mendapat perhatian serius dari para dewan juri. Menurut pengantaran Juwono, para peserta rata-rata masih kurang dalam penggarapan ide cerita. Selain itu, terkadang banyak yang melupakan instrumen musik pendukung. “Sangat sederhana, namun soal gerak sudah bagus,” katanya.

Beberapa hal yang menjadi kreteria penilaian antara lain kelincahan, penggarapan musik, alur cerita. kreativitas, dan aksesori pendukung. “ Banyak yang dinilai itu kreasi cerita,” ungkapnya. Salah satu koordinator peserta festival, Santoso, 42, mengatakan kelompok barangnya baru kali pertama mengikuti acara. Selain itu, kelompok barong yang di pimpin juga baru saja berdiri. Dengan demikian, acara ini sangat tepat sebagai media perkenalan kelompoknya. 

“Baru pertama kali, bani berdiri,” jelasnya. Camat Singojuruh, Nanik Machrufi mengungkapkan melalui acara ini diharapkan pelaku kesenian barong bisa kembali eksis dan semakin percaya diri.” Orang yang pesimis bisa tampil.” ujarnya. Selain itu. jelas dia, melalui acara ini diharapkan keberadaan barong bisa diperbaiki agar lebih baik. Mereka diupayakan bisa mengekspresikan kesenian tersebut di RTH yang telah tersedia. “Festival ini sebagai pembenahan, musik, kostum, dan lainnya. Nanti kita agendakan bisa tampil di RTH,” katanya.(radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :