Gelar Mocopatan dan Wayang Kulit Semalam Suntuk

0
338
Dalang Kembar: Kades Sunarto (kiri) menyerahkan gunungan pada dalang Ki Hery Prasetyo.
Dalang Kembar: Kades Sunarto (kiri) menyerahkan gunungan pada dalang Ki Hery Prasetyo.

CLURING – Pemerintah Desa (Pemdes) Cluring, Kecamatan Cluring, punya cara menarik dalam meningkatkan kerukunan warganya. Dalam rangka ruwatan desa, pemdes menggelar mocopatan dan pagelaran wayang kulit sehari dan semalam suntuk. Untuk kegiatan ruwatan ini, dilakukan dengan mengoptimalkan potensi seni yang ada di desanya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Untuk wayang kulit, tiga dalang yang diundang Ki Hery Prasetyo, Ki Supri, dan Ki Supani semuanya warga Desa Cluring. “Potensi seni di Desa Cluring ini cukup tinggi,” cetus Kepala Desa (Kades) Cluring, Sunarto Eko Siswoyo. Ruwatan yang digelar Sabtu dan Minggu lalu itu juga dilaksanakan santunan anak yatim dan pengajian umum dengan mengundang KH Toha Muntoha dari Krikilan,  kecamatan Glenmore. Ini dalam rangka bersih desa, tahun baru hijriyah, dan hari jadi Banyuwangi yang ke-421,” kata kades yang baru dua bulan dilantik ini.

Menurut Kades Sunarto, ruwatan yang digelar ini bukan hanya sekedar bersih desa. Tapi, pihaknya ingin mengajak kepada seluruh elemen masyarakat secara bersama membangun desa. “Desa ini milik kita bersama, dan mari kita bangun bersama,” ajaknya. Sunarto menyebut, di desanya ada dua tradisi dalam mendengar aspirasi masyarakat. Yakni tilik dusun dan musyawarah dusun. Dari aspirasi masyarakat, yang belum terlaksana adalah jalan rusak di Dusun Karangrejo sepanjang dua kilometer, dan jalan di Dusun Cemetuk sepanjang tiga kilometer. “Monumen Lubang Buaya mengenaskan, jalannya rusak lagi,” ungkapnya. (radar)