sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang sebagian wilayah Bali pada Sabtu sore (10/1/2026).
Getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh warga di sejumlah daerah, mulai Denpasar hingga Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.34 WIB atau 17.34 Wita. Sejumlah warga mengaku sempat panik meski gempa hanya berlangsung singkat.
“Gempa ya gempa,” ujar seorang warga yang tengah berada di sebuah kafe di kawasan Renon, Denpasar.
Ia mengaku merasakan getaran selama beberapa detik hingga membuat pengunjung saling menoleh.
Getaran gempa dirasakan selama kurang lebih 5 hingga 10 detik. Beberapa warga sempat keluar ruangan untuk memastikan kondisi sekitar, meski tidak tampak kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebutkan, pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Gempa tercatat memiliki kedalaman 34 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengonfirmasi kejadian ini melalui akun media sosial resminya.
Dalam keterangan tersebut, BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Gempa bumi magnitudo 4,5 terjadi pada 10 Januari 2026 pukul 16.34 WIB. Pusat gempa berada di laut 71 km barat daya Kuta Selatan dengan kedalaman 34 km,” tulis BMKG.
BMKG mencatat intensitas gempa dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II–III di wilayah Kuta dan Jembrana.
Skala ini menunjukkan getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam bangunan, namun tidak menyebabkan kerusakan.
Berdasarkan pantauan komentar warganet di media sosial, gempa sore itu dirasakan cukup luas.
Sejumlah wilayah yang melaporkan getaran antara lain Kuta, Canggu, Jembrana, Denpasar, Jimbaran, Uluwatu, hingga Tabanan.
Page 2
Sebagian warga menyebut getaran terasa seperti goyangan singkat, sementara lainnya merasakan getaran cukup jelas terutama di lantai atas bangunan.
Sebagai gambaran, gempa dengan magnitudo 4,5 termasuk dalam kategori gempa yang sering dirasakan, tetapi umumnya hanya menyebabkan kerusakan kecil.
Adapun kategori skala magnitudo gempa secara umum adalah sebagai berikut:
magnitudo 2,5 atau lebih kecil biasanya tidak terasa, 2,5–5,4 sering dirasakan namun minim kerusakan, 5,5–6,0 dapat menyebabkan kerusakan ringan, sementara gempa di atas magnitudo 6 berpotensi menimbulkan kerusakan lebih serius.
Indonesia sendiri merupakan wilayah rawan gempa bumi karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yakni Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, yang saling bertumbukan.
Sebagai perbandingan, gempa bumi dengan magnitudo terbesar yang mengguncang Bali sebelumnya terjadi pada 17 April 2025 dengan kekuatan magnitudo 5,4.
Episenter gempa tersebut berada sekitar 303 kilometer tenggara Kuta Selatan dan getarannya dirasakan hingga Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
BBMKG Wilayah III Denpasar mencatat, sepanjang tahun 2025 telah terjadi sebanyak 547 kejadian gempa bumi di wilayah Bali dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, hanya 10 gempa yang dirasakan oleh masyarakat.
“Dari total jumlah kejadian itu, 10 gempa di antaranya dirasakan,” ujar Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, dalam keterangan sebelumnya.
Jumlah kejadian gempa pada tahun 2025 tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 582 kejadian.
Mayoritas gempa yang terjadi berkekuatan magnitudo di bawah 3 dan tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari atau sama dengan 60 kilometer.
BBMKG juga mencatat, aktivitas kegempaan tertinggi sepanjang 2025 terjadi pada November dengan total 115 kejadian gempa bumi.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas kegempaan di wilayah Bali dan sekitarnya. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang sebagian wilayah Bali pada Sabtu sore (10/1/2026).
Getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh warga di sejumlah daerah, mulai Denpasar hingga Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.34 WIB atau 17.34 Wita. Sejumlah warga mengaku sempat panik meski gempa hanya berlangsung singkat.
“Gempa ya gempa,” ujar seorang warga yang tengah berada di sebuah kafe di kawasan Renon, Denpasar.
Ia mengaku merasakan getaran selama beberapa detik hingga membuat pengunjung saling menoleh.
Getaran gempa dirasakan selama kurang lebih 5 hingga 10 detik. Beberapa warga sempat keluar ruangan untuk memastikan kondisi sekitar, meski tidak tampak kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebutkan, pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Gempa tercatat memiliki kedalaman 34 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengonfirmasi kejadian ini melalui akun media sosial resminya.
Dalam keterangan tersebut, BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Gempa bumi magnitudo 4,5 terjadi pada 10 Januari 2026 pukul 16.34 WIB. Pusat gempa berada di laut 71 km barat daya Kuta Selatan dengan kedalaman 34 km,” tulis BMKG.
BMKG mencatat intensitas gempa dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II–III di wilayah Kuta dan Jembrana.
Skala ini menunjukkan getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam bangunan, namun tidak menyebabkan kerusakan.
Berdasarkan pantauan komentar warganet di media sosial, gempa sore itu dirasakan cukup luas.
Sejumlah wilayah yang melaporkan getaran antara lain Kuta, Canggu, Jembrana, Denpasar, Jimbaran, Uluwatu, hingga Tabanan.








