Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Budaya  

Gerak Jalan Lebih Seratus Regu daripada Tahun Lalu

lebihBANYUWANGI-Gerak Jalan Tradisional tahun ini benar-benar meriah. Ratusan regu yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat ambil bagian pada kegiatan yang digelar untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI itu. Kemeriahan semakin terasa lantaran jumlah penonton membeludak Mereka memadati sepanjang jalan yang dilalui rombongan peserta gerak jalan tersebut kemarin (31/9).

Para peserta yang mendapat giliran pertama tampil adalah kategori 8 Kilometer (Km). Pemberangkatan regu pertama lomba gerak jalan khusus pelajar SD/MI beregu putra-pu tri itu dilakukan di depan Wisma Atlet GOR Tawang Alun, Banyuwangi, tepat pukul 12.00. Hing ga berita ini ditulis pukul 16.30 kemarin, regu nomor punggung 553 baru melintas di Jalan Gajah Mada, Banyuwangi.

Jumlah peserta yang mencapai 553 regu itu lebih banyak jika dibandingkan jumlah peserta yang mendaftar sebelumnya. Sebab, hingga Jumat (30/8), jum lah regu yang terdaftar baru mencapai 550 regu. Jika di bandingkan gerak jalan tradisional tahun 2012 lalu, jumlah peserta kategori 8 Km tahun ini ma lah jauh lebih banyak lagi. Be tapa tidak, tahun lalu peserta gerak jalan kategori 8 Km hanya 435 regu.

Sehari sebelumnya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, A. Khorullah, mengakui bahwa jumlah peserta gerak jalan masih bisa bertambah. Sementara itu, peserta tingkat SD/MI yang mendapat giliran melahap rute tengah hari kemarin seolah tidak menghiraukan terik matahari. Bah kan, tidak hanya sekadar me langkah, bocah-bocah itu juga menyanyikan lagu-lagu bertema perjuangan.

Tidak jauh berbeda dengan lom ba gerak jalan kategori 8 Km, jumlah peserta lomba gerak jalan kategori 17 Km untuk pelajar SMP/SMA/Umum putri dan pelajar SMP putra tahun ini juga jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Jika pada gerak jalan tradisional tahun 2012 jumlah peserta kategori 17 Km hanya 210 regu, ta hun ini jumlahnya 224 regu. Regu pertama peserta gerak jalan tradisional kategori 17 Km diberangkatkan tepat pukul 14.00 dari depan Balai Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi.

Demikian halnya dengan kategori 45 Km. Pada pelaksanaan gerak jalan tradisional tahun 2012, peserta gerak jalan yang diikuti pelajar SMA, umum putra, dan perorangan putra dan putri, itu hanya sebanyak 75 regu. Namun, tahun ini sedikitnya 106 regu turut ambil bagian. Sementara itu, regu pertama gerak jalan Tradisional Jajag- Banyuwangi (Trajaba) 45 Km diberangkatkan Bupati Abdullah Azwar Anas di depan kantor Kecamatan Gambiran sekitar pukul 16.00 kemarin.

Dari start, setiap regu bakal menempuh rute sejauh 45 kilometer hingga mencapai finis di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi. Selain Bupati Anas, jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) juga kompak hadir dalam tradisi tersebut. Usai melepas regu pertama, Bupati Anas bersama istri dan jajaran forpimda ikut berjalan sesuai rute yang ditempuh. Selama perjalanan, bupati dan forpimda menyapa masyarakat yang menyaksikan.

KENDARAAN ANTRE 1 KM

PERHELATAN gerak jalan tradisional tak pelak mengakibatkan arus lalu-lintas di sejumlah ruas jalan di Banyuwangi tersendat kemarin (31/8). Meski demikian, rata-rata ka la ngan sopir mengaku legawa dengan ke jadian tersebut. Para sopir menganggap lomba gerak ja lan itu merupakan sesuatu yang wajar untuk menghormati jasa para pahlawan Karena pahlawan rela mengor bankan segalanya dalam me rebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, salah satu ruas jalan yang mengalami kepadatan kendaraan terparah adalah Jalan Mawar, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri. Penumpukan kendaraan di ruas jalan yang satu ini mencapai satu kilo meter, yakni mulai simpang tiga Polsek Giri sampai simpang empat Penataban. Kepadatan serupa juga ter jadi di Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun, Ba nyuwangi.

Penyebabnya, puluhan kendaraan pengantar rombongan peserta gerak jalan tradisional tingkat SD berjajar di sebelah kiri dan kanan jalan tersebut. Maklum, start gerak jalan tradisional yang menempuh jarak delapan kilometer (Km) itu di kawasan GOR tersebut, tepatnya di sekitar Wisma Atlet, Banyuwangi. Cahyo, sopir truk asal Kecamatan Genteng yang melintas di Jalan Mawar mengatakan, meskipun perjalanan yang harus dilalui lebih lama, dirinya memaklumi.

“Saya bisa memaklumi kejadian semacam ini (arus lalu-lintas tersendat). Toh, setiap Agustus pengalihan ruas jalan akibat lomba-lomba Agustusan biasa terjadi,” ujarnya. Cahyo mengaku, sebagai warga yang baik, dirinya mendukung kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka me meriahkan peringatan Pro klamasi Kemerdekaan RI ter sebut. “Gerak jalannya sih tidak masalah dan memang di perlukan demi menghormati jasa pejuang. Cuma yang saya sesalkan, tidak sedikit penonton yang memarkir motor di tepi jalan. Akibatnya, jalan se makin sempit dan arus lalulintas semakin tersendat,” pungkasnya.  (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE