Harga Daging Sapi Tembus Rp 85 Ribu

0
612
MENUMPUK: Pekerja memotong daging sapi di sebuah restoran di Banyuwangi kemarin.
MENUMPUK: Pekerja memotong daging sapi di sebuah restoran di Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Kalangan pedagang daging sapi di Banyuwangi resah. Mereka mengeluhkan kelangkaan pasokan sapi potong yang berimbas melejitnya harga komoditas tersebut. Ironisnya, para pedagang tidak bisa menaikkan harga jual daging sapi ke tangan konsumen, lantaran mereka khawatir penjualan akan merosot bila harga dinaikkan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seorang penjual daging sapi di Pasar Rogojampi, Zen Alvin mengatakan, kenaikan harga daging sapi di pasaran terjadi akibat peningkatan harga sapi potong. Tidak tanggung-tanggung, peningkatan harga seekor sapi mencapai Rp 700 ribu per ekor. Dikatakan, sapi seberat 1,8 kuintal biasanya hanya dijual seharga Rp 14 juta.

Namun, sejak dua bulan terakhir, harga sapi seukuran itu melambung hingga Rp 15 juta per ekor Sapi ukuran kecil seberat 1 kuintal yang sebelumnya Rp 7,5 juta per ekor, kini harganya mencapai Rp 8,2 juta per ekor. Sayang, kenaikan harga yang signifi kan tersebut tidak diimbangi peningkatan harga jual daging sapi ke tangan konsumen.

Loading...

“Beberapa hari lalu kami sempat menaikkan har ga jual (daging sapi) dari Rp 80 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp 85 ribu per Kg. Ternyata daging yang kami jual itu tidak laku. Kita terpaksa me nurunkan kembali harga daging sapi menjadi Rp 80 ribu per Kg. Akhirnya kita merugi,” je lasnya kemarin (3/12). Meski merugi, Alvin mengaku tetap menjual daging sapi de mi mempertahankan keper cayaan konsumen yang telah berlangganan. “Harga daging sapi sebenarnya sudah naik drastis dari Rp 65 ribu per Kg menjadi Rp 80 ribu per Kg sejak dua bulan lalu.

Itu terjadi akibat pa sokan sapi potong menipis. Ha rapan kami, pemerintah melakukan langkah-langkah agar daging sapi di pasaran cukup, jadi harganya bisa stabil,” harapnya. Sementara itu, kepala Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi, Heru Santoso mengatakan, sebenarnya kenaikan harga daging sapi di wilayah Banyuwangi merupakan imbas fenomena yang terjadi di daerah lain. Sebab, sebenarnya stok sapi di Bumi Blambangan aman. “Data BPS (Badan Pu sat Statistik), hingga akhir Desember 2011 jumlah sapi di Banyuwangi 144 ribu ekor dengan angka kelahiran sapi sebanyak tiga ribu per bulan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2