Harga Tomat Merangkak Naik

0
812


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Para petani tomat di Banyuwangi tengah semringah. Pada musim peralihan kali ini, harga tomat mulai merangkak naik.

Salah satu petani asal Dusun Padangbaru, Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Lasin, 45, mengatakan, kenaikan harga tomat di tingkat petani sudah berlangsung sejak sepekan lalu.

”Saat ini harga tomat di tingkat petani sebesar Rp 2 ribu per kilogram (kg). Padahal sekitar sepekan yang lalu hanya Rp 1 ribu per kg,” ujarnya kemarin.

Menurut Lasin, kenaikan harga tomat tersebut ditengarai akibat mulai menipisnya jumlah panen komoditas tersebut. Hal itu terjadi karena saat ini Banyuwangi mulai memasuki musim pancaroba. ”Hujan mulai kerap mengguyur wilayah Banyuwangi,” kata dia.

Petani yang lain, Rosadi mengaku meski cenderung nail, harga tomat di tingkat petani masih fluktuatif. ”Kenaikannya masih berubah-ubah,” tuturnya.

Rosadi mengaku, memasuki musim penghujan seperti saat ini, dirinya mulai mempercepat waktu panen tomat. Selain untuk mengantisipasi tomat busuk akibat diguyur hujan, percepatan panen dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan harga tomat kembali turun. ”Pokoknya kelihatan merah, tomat langsung dipetik,” terangnya.

Sementara itu, peningkatan harga tomat di tingkat petani juga berimbas terhadap harga di pasaran. Termasuk di Pasar Banyuwangi.

Informasi yang dikumpulkan, harga tomat merangkak naik sejak sekitar sepekan terakhir. Tepatnya naik dari Rp 3 ribu per kg menjadi Rp 5 ribu per kg.

Asmuni, pedagang bumbu di Pasar Banyuwangi mengatakan, kenaikan harga tomat tersebut disebabkan mulai berkurangnya produksi tomat.

”Sebenarnya pasokan tomat di pasar masih lancar. Namun, stok di petani mulai menipis karena saat ini mulai sering turun hujan. Sehingga banyak tanaman tomat yang rusak,” kata dia.

Selain tomat, kata Asmuni, peningkatan harga juga terjadi pada ranti. Harga ranti naik dari Rp 5 ribu per kg menjadi Rp 8 ribu per kg sejak sekitar empat hari lalu.

Loading...

Kata kunci yang digunakan :