Hari Terakhir Pengunjung Membeludak

0
269

hariterakhirPESANGGARAN – Ajang Banyuwangi International Surfing Competition (BISC) yang berlangsung selama tiga hari di Pulau Merah mampu menyedot ribuan wisatawan. Hari terakhir kompetisi surfing kemarin, sekitar sepuluh ribu pengunjung tumpah ruah di pantai yang ter letak di Desa Sumberagung, Ke camatan Pesanggaran tersebut. Roda ekonomi pun berge liat. Tukang parkir, penjaja makanan dan minuman, ser ta outlet- outlet kerajinan khas Banyuwangi kecipratan berkah Pulau Merah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dagangan mereka laris manis. Penjunjung pun puas menikmati suguhan BISC yang digeber sejak Jumat (23/5) hingga Minggu siang kemarin (25/5). ”Perkiraan saya, jumlah pengunjung hari terakhir mencapai sepuluh ribu orang. Hari terakhir, pengunjung terus berdatangan,’’ ujar Kepala Desa Sumbergaung, Murwanto. Pengunjung datang dari berbagai daerah. Ada dari Bali, Jember, Situbondo, dan wisatawan lokal Banyuwangi. Sejak pagi mereka berdatangan ke Pulau Merah hingga akses menuju tempat wisata tersebut sempat macet. 

Kendati jarak tempuh menuju Pulau Merah cukup jauh, warga dari luar kota terlihat antusias menikmati keindahan Pulau Merah serta suguhan kompetisi surfing. ”Saya berangkat dari Jember pukul 06.00. Sampai ke Pulau Merah 09.00. Kami sempatkan datang ke Pulau Merah untuk melihat ajang surfing,’’ ujar Sugiarto, warga Jember. Sementara itu, banyak komunitas memanfaatkan penyelenggaraan event surfing berkelas internasional tersebut.

Mereka melakukan gathering dan acara praktik ilmu. Mulai dari komunitas fotografi, skuter dan backpacker. Salah satunya kegiatan pembuatanfilm dokumenter oleh kalangan anak muda. Mereka melakukan short coaching clinic (SCC) di Balai Desa Sumberagung dan melakukan pengamatan langsung di arena kompetisi surfing. Mabrur, salah satu peserta kegiatan ini mengaku sangat tertarik. Selain bisa mendokumentasikan kegiatan kabupaten, dirinya juga bisa memperoleh pengetahuan seputar film dokumenter.  

“Ya, saya senang dilatih sekaligus bias merekam keramaian. Banyak pengetahuan bersifat human interes yang saya dapat,” akunya. Salah satu penggagas acara SCC, Khoirudin mengatakan, pelatihan ini selain disengaja memanfaatkan keberadaan event BISC juga untuk mendokumentasikan perkembangan geliat ekonomi dan sosisal budaya di sekitar Pulau Merah pasca promosi wisata yang dilakukan pemerintah Kabupaten Banyuwangi. “Ini kita latih teman-teman untuk menangkap perubahan sosial yang ada di masyarakat,” ujar Ketua Banyuwangi Institute tersebut.

Dibanding tahun lalu, animo masyarakat untuk membeli produk- produk khas Banyuwangi di sekitar tempat acara sedikit menurun. Seperti yang diungkapkan Heri, 39, pemilik usaha kerajinan dan souvenir. Dia mengaku kunjungan warga pada hari pertama dan kedua sangat kecil. Penurunan hingga 75 persen. “Penurunan pengunjung dibanding tahun lalau hampir 75 persen,” keluhnya. Namun demikian, dia mengaku tidak kapok, saat itu dirinya optimistis jika siang hari kunjungan akan mengalami peningkatan.  

Prediksi yang diutarakan Heri ternyata benar. Menjelang siang ahri, jumlah warga yang berkunjung meningkat pesat. Bahkan, area parkir yang berada di halamaan Pura penuh sesak. Begitu juga area parkir mobil yang dipusatkan di sisi utara pantai terlihat penuh. Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengakui kalau jumlah pengunjung Pulau Merah mengalami lonjakan cukup besar. Pada hari pertama dan kedua, jumlahnya tidak seberapa.

Namun, pada Minggu kemarin (25/5) bertepatan dengan peak season, jumlah pengunjung benar-benar membeludak. ”Pada hari kedua jumlah wisatawan 6000 sampai 7000 orang. Hari terakhir makin membeludak. Ini sesuai perkiraan kita,’’ kata Bramuda. Ke depan, pihaknya tidak hanya fokus pada Pulau Merah. Destinasi baru seperti Pantai Mustika akan dilakukan acara yang mampu menyedot pengunjung. ”Masih banyak destinasi wisata baru yang perlu kita promosikan kepada publik,’’ tandas mantan Camat Pesanggaran itu. (radar)

Loading...