Hidup tanpa Anus sejak Lahir

0
632

GAMBIRAN – Sabdo Budi Saputra, 9, yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, ini layak mendapat perhatian. Siswa kelas dua sekolah dasar (SD) tersebut tidak memiliki anus sejak lahir. Dia menggunakan anus buatan yang pernah dibuat tim kesehatan RSUD dr. Soetomo, Surabaya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Saat masih bayi sempat dirawat di RSUD dr. Soetomo,”  cetus Sunggi Prastyawan, 23, kakak kandungnya. Saat dirawat di RSUD dr. Soetomo itu, terang dia, tim kesehatan mengatakan akan melakukan operasi lanjutan. Operasi itu akan dilakukan kalau adiknya itu sudah berumur lima tahun.

Loading...

“Tapi kita tunggu sampai sekarang, operasi lanjutan itu belum ada  kabarnya,” katanya. Demi menjaga kesehatan adiknya, terang dia, pihak Dinas Kesehatan datang ke rumahnya. Tetapi  tidak jarang adiknya yang dibawa ke puskesmas.

“Kontrol dilakukan petugas Puskesmas Jajag,” ujarnya. Secara umum, lanjut dia, kondisi adiknya cukup baik. Hanya saja, untuk berjalan harus menyesuaikan berat tampungan anus di perut kiri. “Kadang kalau jalan agak doyong,” cetusnya.

Menurut Sunggi, keluarga ingin adiknya lekas sehat dan memiliki anus. Tetapi, membawa ke rumah sakit untuk operasi dengan biaya sendiri rasanya tidak mungkin. “Kami tidak ada biaya. Bapak ada di Kalimantan dan ibu sudah meninggal dunia,” ungkapnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2