HN Ternyata Sudah di-DO

0
397

Gadis yang Mabuk di Hotel


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG – Heboh pelajar mabuk sampai klenger usai pengumuman ujian nasional (unas) memantik reaksi Dinas Pendidikan Banyuwangi. HN yang jatuh pingsan di hotel usai pesta minuman keras (miras) itu ternyata bukan peserta unas. Gadis tersebut memang pernah tercatat sebagai pelajar SMA Negeri Gambiran, tapi sejak tahun 2010 tidak pernah masuk sekolah lagi.

Kesimpulannya, HN tidak tercatat sebagai peserta unas tahun 2012. Berhubung tidak diketahui keberadaannya, HN dinyatakan mengundurkan diri dari sekolah. Terkait kasus ini, kemarin Dispendik Banyuwangi langsung mengirim klarifikasi ke redaksi Radar Banyuwangi. ”Klarifikasi di lapangan menyebutkan bahwa HN bukan peserta unas 2012, sehingga HN tidak dalam kapasitas lulus ataukah tidak lulus unas,” tegas Kadispendik Banyuwangi, Sulihtiyono, dalam klarii kasinya.

Lantaran bukan sebagai peser- ta unas, lanjut Sulihtiyono, segala tindakan HN bersama dua rekannya di hotel bukan akibat tidak lulus dalam unas 2012. ”Itu perilaku pribadi,’’ tandas Sulihtiyono. Diberitakan sebelumnya, pengumuman kelulusan SMA/ sederajat Sabtu kemarin (26/5) ternyata meninggalkan persoalan tersendiri bagi HN, seorang siswi sebuah SMA Negeri di Banyuwangi Selatan.

Gadis tersebut nekat menenggak minuman keras (miras) bersama dua rekan laki-lakinya di sebuah tempat di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Puas mabuk-mabukan, gadis berambut panjang-lurus terse- but dibawa ke sebuah hotel oleh kedua rekan laki-laki yang mengajaknya mabuk. Beruntung, belum sempat melakukan perbuatan yang mengarah ke pelanggaran hukum, aparat Polsek Genteng bersama Satuan Polisi Pamong Praja menemukan mereka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN Gambiran, Imam Su’udi, menegaskan bahwa HN sudah lama di-DO (drop out) dari sekolahnya. “Sejak kelas XI tahun lalu, HN sudah keluar. Jadi, bukan siswi kami lagi,” tegas Imam kepada RaBa kemarin. HN keluar dari sekolah berawal ketika yang bersangkutan tiga hari berturut-turut tidak masuk sekolah. Saat itu, pihak sekolah langsung mendatangi orang tua siswi tersebut.

Namun, saat didatangi ke rumahnya, HN sudah tidak ada di rumah. “Katanya minggat ke mana gitu,” ujar Imam dibenarkan Siswanto, guru bimbingan konseling seko- lah setempat. Lantaran ti dak bertemu, pihak sekolah langsung memberi- kan batas waktu kepa- da HN agar segera ma- suk sekolah lagi. “Namun, sampai batas waktu yang kita berikan habis, HN tetap tidak masuk. Akhirnya, orang tuanya datang sendiri ke sekolah dan menyampaikan bahwa anaknya keluar dari sekolah,” ungkap Imam. (radar)