Hujan Deras, Genteng Langganan Banjir

0
387
Sepanjang jalan raya di Jalan KH Hasyim Asyari di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng selalu banjir setiap turun hujan, kemarin sore (28/12).

GENTENG – Banjir lagi, banjir lagi. Itulah yang terjadi di sejumlah titik jalan raya yang ada di Kota Genteng. Bila hujan turun dengan deras, sejumlah jalan raya di kota itu seperti berubah menjadi sungai.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jalan raya yang selama ini menjadi langganan banjir itu, cukup merata. Di tempat itu, sebenarnya sudah ada saluran irigasi tapi tidak berfungsi. Sehingga, air hujan banyak yang mengalir di jalan raya. “Hujan tidak lama, jalan sudah banjir,” terang Hidayat, warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Loading...

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, jalan raya yang selama ini menjadi langganan banjir itu, adalan Jalan Gajah Mada, Jalan KH Wakhid Hasyim, Jalan Diponegoro (Jalan Gambiran), semuanya di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Jalan raya lain yang juga sering banjir di Jalan KH. Hasyim Asyari di Desa Genteng Wetan. Warga yang ada di Kota Genteng, selama ini mengeluhkan dengan banjir yang sudah menjadi langganan di daerahnya. Apalagi, ketinggian air hingga separo dari roda motor bisa membahayakan warga.

Kepala UPTD Wilayah Genteng Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang, Kabupaten Banyuwangi, Suyatno, mengatakan, sejumlah titik di jalan raya yang sering banjir itu tidak semua menjadi kewenangannya. “Ada yang milik kabupaten, tapi juga ada yang milik provinsi,” katanya.

Untuk jalan raya yang menjadi kewenangan provinsi, terang dia, itu meliputi Jalan KH Wakhid Hasyim, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Diponegoro. “Itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jatim,” dalihnya.

Untuk di Jalan KH Hasyim Asyari, Desa Genteng Wetan, lanjut dia, itu menjadi tanggung jawab Pemkab Banyuwangi. Dia mengakui di jalan raya itu sering menjadi banjir. “Kita sudah berupaya untuk mengurangi banjir saat hujan,” cetusnya.

Upaya yang dilakukan, terang dia, membuat tangkapan air dengan mengarahkan ke sisi drainase yang ada. Hanya saja, itu memang kurang maksimal. “Jalan raya itu banjir karena drainase yang kurang maksimal, saluran banyak yang tertutup,” ungkapnya.(radar)

Loading...

Baca Juga :