Hujan Deras Robohkan Rumah

  • Bagikan

TEGALDLIMO – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegaldlimo menyebabkan rumah pasangan Suprapto, 43. dan Muslihatin, 35, di Dusun Krajan, RT 2?, RW 3, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, ambruk Minggu siang (13/12).

Beruntung tidak ada korban dalam kejadian itu. Saat kejadian, Muslihatin dan Aliya, putrinya yang masih berumur tiga tahun, selamat setelah lari keluar rumah. “Rumah akan ambruk, istri saya lari keluar,” cetus Suprapto.

Rumah milik Suprapto itu ambruk sekitar pukul 13.00. Saat itu Suprapto sedang membuat genting. Yang ada di rumah hanya istri dan putrinya yang masih kecil. “Waktu kejadian turun hujan deras,” katanya.

Menurut Suprapto, saat rumahnya yang berukuran lima meter kali tujuh meter itu ambruk, istri dan anaknya akan tidur siang.

Ketika sedang berada di atas ranjang, terdengar suara bangunan rumah yang akan ambruk. “Mendengar suara krek, krek, krek, istri saya langsung lari keluar,” ungkapnya.  Mendengar ada kabar rumah ambruk, warga sekitar langsung berhamburan keluar untuk menolong korban.

Mereka membantu membersihkan puing-puing reruntuhan rumah korban. “Saya langsung gerakan warga gotong royong membersihkan rumah korban,” cetus Kepala Desa Kedungebang, Eko Budi Santoso.

Budi menduga rumah warganya yang berdinding gedheg (anyaman bambu) itu diduga sudah rapuh. Sehingga, saat turun hujan tidak kuat menyangga dan ambruk. “Tiang rumah sudah lapuk,” sebutnya.

Kerugian akibat rumah yang ambruk itu, Budi menyebut sekitar Rp 15 juta. Selain bangunan rumah, perabot rumah tangga dan barang elektronik banyak yang rusak. Hingga Senin siang (14/12) warga terlihat masih gotong-royong mendirikan rumah Suprapto.

“Kami sudah upayakan bantuan kepada warga dan pengusaha sekitar untuk mendirikan rumahnya,” cetusnya. (radar)

Baca :
Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditemukan di Gubuk Pinggir Sawah Banyuwangi
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: