Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Hujan Lebat Diprediksi Landa Banyuwangi hingga 20 Januari 2026 – TIMES Banyuwangi

hujan-lebat-diprediksi-landa-banyuwangi-hingga-20-januari-2026-–-times-banyuwangi
Hujan Lebat Diprediksi Landa Banyuwangi hingga 20 Januari 2026 – TIMES Banyuwangi

Senin, 12 Januari 2026 – 16:50

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang diprakirakan melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya hingga 20 Januari 2026.

Cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat peningkatan intensitas hujan lebat disertai petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.

“Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (12/1/2026).

Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi) dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.

“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” pinta Taufiq. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Imadudin Muhammad