Beranda Sosial Imam Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi: “Janji Sehidup-Semati, Meninggal Dua Hari Setelah Istri”

Imam Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi: “Janji Sehidup-Semati, Meninggal Dua Hari Setelah Istri”

0
793

Almarhum-H.-Isnaini-(kanan)-bersama-salah-seorang-murid.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ROMBONGAN orang yang bertakziah di kediaman almarhum H. Isnaini, 48, masih banyak siang itu. Meski cuaca di luar cukup terik, rombongan itu tetap mau berlama-lama di rumah bercat biru yang berada di tengah permukiman Dusun Kampunganyar, Desa Penataban,  Giri, Banyuwangi, itu.

Warga yang bertakziah itu saling bertukar bercerita masing-masing. Tampak menceritakan kenangan tentang almarhum Ustad Isnaini dan Ning Mutmainah. Meski terlihat masih sembab, Jannah, 19, putri kedua Ustad  Isnaini, tetap tabah. Jannah terus menemani para tamu yang datang.  Begitu juga si bungsu Magfiroh, 16.  Siswi kelas XI SMK itu menemui tamu yang hilir-mudik datang untuk mendoakan orang tuanya.

“Tamu terus berdatangan sampai malam, saya masih sedih. Tapi tetap saja harus kuat. Kalau tidak, nanti tamu-tamu tidak ada yang menemani,” ujar Jannah sambil membenarkan ujung kerudungnya. Meski menemui wartawan seperti saya bukanlah hal tepat saat terjadi peristiwa kematian,  tapi dua putri almarhum itu  terlihat tidak canggung saat  bercakap dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Apalagi, si bungsu tampak antusias ketika ada orang yang ingin mengetahui sosok almarhum ayahnya. Di mata anak-anaknya, Isnaini adalah sosok yang tegas tapi  penyayang. Ayah mereka sudah sekitar 15 tahun menjadi imam  di Masjid Agung Baiturrahman  (MAB) Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!