Ingin Kontrak Dibayar, Tolak Bantuan Pengobatan

0
583
SAKIT: Moukwelle Sylvain terbaring di kamar kosnya di kawasan Taman Baru, Banyuwangi.
SAKIT: Moukwelle Sylvain terbaring di kamar kosnya di kawasan Taman Baru, Banyuwangi.
SAKIT: Moukwelle Sylvain terbaring di kamar kosnya di kawasan Taman Baru, Banyuwangi.

Sudah sepekan lamanya Moukwelle Sylvain tergolek di kamar kosnya di Jalan Sumbawa, Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi. Pemain bola berusia 34 tahun asal Prancis itu menderita typhus. RUMAH kos Bougenville di kawasan Taman Baru itu tampak lengang sepanjang akhir pekan lalu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tidak banyak aktivitas di rumah kos yang hanya berjarak 1 kilometer dari kantor Bupati Banyuwangi tersebut. Keheningan di rumah singgah itu tidak sepenuhnya hening. Di kamar kos paling depan masih ada aktivitas sang penghuni. Jendela dan pintunya dalam posisi sedikit terbuka. Di situlah Moukwelle tinggal selama enam bulan terakhir.

Saat wartawan koran ini masuk, dia sedang tiduran sambil menonton televisi. Mengenakan kaus warna putih dan bersarung, Moukwelle lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Ditemani sebuah laptop dan Blackberry di sampingnya, salah satu pilar Persewangi di Divisi Utama PSSI musim lalu itu menjadikan kedua alat elektronik tersebut sebagai teman setia. Di sampingnya tampak beberapa plastik berisi obat yang direkomendasikan dokter demi memulihkan kondisinya Sejak sakit 7 Desember lalu, kondisi pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu terus menurun.

Sempat merasa membaik, tapi Moukwelle kembali me ngeluh tubuhnya panas dan lemah. “Aku cek laboratorium lagi. Hasilnya aku sakit typhus,” jelasnya. Typhus tersebut membuatnya berhenti total dari aktivitas sepak bola, termasuk ber henti melatih sejumlah klub dan SSB di Banyuwangi. Sikapnya yang rendah hati dan mau membagi ilmu sepak bola itulah yang membuatnya mendapat tempat di dunia sepak bola Banyuwangi. Sakitnya pemain tersebut memang mengundang perhatian banyak pihak. Di tengah perjuangannya yang tidak kenal lelah menuntut hak di Persewangi, Moukwelle menderita sakit.

Loading...

Jumlah kontrak yang tersisa di Persewangi cukup besar. Dari Rp 293 juta yang semestinya diterima, Moukwelle baru menerima tidak sampai Rp 100 juta. Beragam usahapun pernah dilakukan dalam menagih uangnya tersebut. Aksi diam di rumah pengurus hingga menyurati dan mendatangi kantor bupati sudah pernah dia lakukan. Namun, hasilnya belum terlihat sampai saat ini. Manajemen Persewangi sudah ang kat tangan. Enam bulan dia menagih hak, dan kini dia jatuh sakit.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2