Izin Sakit Kepala, Kernet Gantung Diri

0
154

KABAT – Nasib tragis menimpa Slamet Riyadi, 36, warga Dusun Krajan, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Lelaki yang bekerja sebagai kernet bus itu ditemukan oleh istrinya Suryati, 38, dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan posisi tubuh tergantung di ruang tamu rumahnya Jumat malam lalu (12/4). Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Korban ini diduga kuat memang sengaja bunuh diri,” cetus Kapolsek Kabat Iptu A. Imron pada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (14/4). Tidak tahu pasti, apa penyebab korban ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu. Korban diketahui sudah meninggal sekitar pukul 17.00, saat istrinya yang bekerja di salah satu tempat rongsokan itu pulang. “Istrinya buka rumah, suaminya sudah menggantung,” kata Iptu Imron.

Saat ditemukan oleh istrinya, jelas Imron, posisi leher Slamet terikat pada kayu blandar atap rumahnya dengan menggunakan kain jarit. Di bawah korban, ditemukan sebuah kursi besi. “Diduga kursi itu yang digunakan sebagai alas sebelum menggantung diri,” duganya. Kapolsek Imron mengaku, pihaknya belum tahu penyebab korban yang bekerja sebagai kernet bus ini bunuh diri Beberapa hari sebelum kejadian itu, Slamet sempat mendatangi rumah kepala desa (Kades) Farid.

Korban menceritakan kalau bus yang biasa dipakai untuk bekerja mengalami kecelakaan. “Sama Pak Kades Farid diberi uang,” jelasnya.  Sebelum ditemukan gantung diri, lanjut Imron, korban juga sempat menghubungi temannya di tempat bekerja. Saat menghubungi melalui ponsel itu, korban mengaku tidak bisa masuk kerja karena sakit kepala. “Izin tidak kerja karena sakit, ternyata gantung diri,” beber Kapolsek Imron. (radar)

Loading...