Jalan Dipagar, Warga Memanas

0
491
Babinkamtibmas Desa Kedungasri, Aiptu Suwito mengecek jalan dusun yang sempat ditutup dengan diberi pagar.

TEGALDLIMO -Warga di Kampung Pondokasem, Dusun Pendarungan, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, sempat memanas. Gara-garanya, akses jalan setapak  yang ada di tengah kampung tiba-tiba oleh warga yang mengaku pemilik lahan ditutup  dan diberi pagar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Akibatnya, warga yang ada di kampung itu tidak bisa melintas di jalan setapak dengan lebar sekitar  dua meter tersebut. Untungnya, gejolak warga itu  bisa diselesaikan melalui pertemuan bersama.  “Melalui musyawarah, pagar bisa dibongkar lagi,”  cetus babinkamtibmas Desa Kedungasri, Aiptu  Suwito.

Dalam musyawarah yang digelar di kampung  itu, disepakati jalan setapak itu malah diperlebar. Bila sebelumnya lebar hanya dua  meter, kini lebarnya sekitar tiga meter. “Warga  memang butuh jalan itu,” katanya.

Menurut Aiptu Suwito, lahan  yang dibuat jalan dan sempat dipagari itu milik Ismadi, warga setempat. Saat jalan itu dipagar,  warga resah karena itu akses menuju ke masjid. “Warga minta pagar  dibuka lagi,” cetus anggota Polsek Tegaldlimo itu.

Permintaan warga agar pagar  dibuka, sempat ditolak oleh pemilik lahan. Hingga akhirnya, pemerintah desa, kecamatan, kepolisian   dan Koramil ikut turun untuk menyelesaikan. “Warga sempat mengancam kalau pagar tidak dicabut akan mencabutnya sendiri,  ini kan sudah bahaya,” ungkapnya.

Agar tidak terjadi gesekan, maka  forpimka turun dan memfasilitasi  pertemuan antara warga dengan pemilik lahan di kantor desa.  “Awalnya memang alot, tapi akhirnya menggembirakan, jalan semakin lebar,” cetusnya. Ismadi yang sempat memasang  pagar di jalan setapak, akhirnya  menyadari pentingnya akses   jalan di lahan miliknya itu dengan  mencabut sendiri pagar yang  dipasang.

“Warga juga sepakat melebarkan jalan sampai ke masjid,” katanya.  Usai kesepakatan itu, warga gotong  royong membenahi jalan setapak.  Mereka berharap, jalan itu nantinya  bisa dipaving atau diaspal. “Sekarang  sudah bukan jalan setapak lagi,  semakin lebar,” ujarnya.

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Heri  Purnomo, meminta warga bisa  hidup rukun. Dengan pelebaran jalan itu menjadi bukti adanya  kerukunan warga. “Warga juga  gotong royong melakukan pelebaran jalan,” ungkapnya.(radar)

Loading...

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

"JUAL KAYU MERANTE-KAMPER-BORNEO-DLL.ASAL SUMATRA" "UKURAN KAYU BORNEO" 1).KAYU BORNEO RENG RENG: 3 x 4 x 400 cm = Rp. 2.000.000…
10/22/2018
jakarta

Baca Juga :