Jalan Kaki Semalam Suntuk

0
417

Tidak Ada Kejadian Laka Lantas


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Gerak jalan Tradisional Jajag-Banyuwangi (Trajaba) berlangsung meriah. Arus peserta yang berjalan kaki sejauh 45 kilometer berlangsung nyaris sepanjang malam hingga dini hari kemarin (2/9). Selain itu, kemeriahan Trajaba dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-67 tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di Bumi Blambangan.

Kendaraan roda dua dan empat memadati rute acara tahunan tersebut. Kepadatan arus lalu lintas bukan hanya terjadi di jantung Kota Gandrung. Jalan poros di sepanjang rute Trajaba ditutup untuk kendaraan roda empat. Kondisi ini mengakibatkan pe numpukan kendaraan mulai dari Desa Jajag di Kecamatan Gam biran; Kecamatan Cluring, Srono, Rogojampi, hingga Kecamatan Kabat. “Jalur alternatif yang ada kurang memadai,” ujar Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Lukman Cahyono.

Loading...

Untuk mengurangi tumpukan kendaraan, sebenarnya sudah dibuatkan jalur alternatif. Kendaraan dari arah selatan yang akan masuk kota, dibelokkan ke arah barat pertigaan Indomaret Ke lurahan Sumberejo. “Ken da ra an yang akan ke selatan, dari Sobo kita buang ke timur,” kata Kasatlantas Lukman. Upaya untuk menghindari kemacetan, kata Lukman, juga di lakukan dengan memasang pa pan pengumuman di Pelabuhan Ketapang.

Dalam pengumuman itu, disampaikan pada warga yang akan bepergian ke Jember disarankan untuk me-le wati Situbondo. Menurut Lukman, arus lalu lintas yang tersendat mulai pu kul 13.00 Sabtu lalu (1/9). Kon disi arus lalu lintas mulai kem bali normal sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin (2/9). Pada dini hari tersebut, sebagian be sar peserta Trajaba yang be rangkat dari Desa Jajag sudah ma suk kota.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2