Jaranan Buto, Asli Hasil Kreasi Seniman-Seniman Banyuwangi

0
6903

Salah-satu-adegan-saat-jaranan-buto-berhasil-memburu-celengan-setelah


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pada Sabtu (20/8) dan Minggu (21/8) terlihat cukup ramai. Suara bunyian  seperangkat gamelan terdengar mengentak  dan melengking. Suara kendang bersahutan dengan bunyi terompet  (srumpet) yang melengking.

Gamelan dari para penabuh di atas pentas terdengar cukup rancak. Enam  penari yang mengenakan kostum dengan  dominasi warna hitam, merah, dan  kuning, dan bertubuh kekar, tampak memasuki arena dengan wajah sangar.

Kelincahan dan gemulai gerak para penari itu menjadikan satu komposisi  yang menarik. Para penari yang memerankan karakter buto itu, semuanya menunggang kuda. Kuda yang menjadi tunggangan itu, semua berkepala buto, bukan kuda seperti kuda lumping.

Di tengah tarian dengan iringan gamelan, tiba-tiba salah seorang penari mengalami kesurupan dan tampak buas memakan bunga yang disajikan untuk sesaji. Penari yang kesurupan itu, kemudian menggunakan borongan untuk menari dan menyerang  penari lainnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last