Kades Sumberarum Akhirnya Minta Maaf

0
140

SONGGON – Pertemuan terkait polemik proyek air bersih kembali dilanjutkan di balai Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin. Hasil pertemuan itu tak jauh beda dengan pertemuan dua hari sebelumnya, yaitu sumber air yang akan dimanfaatkan warga Desa Sragi sepakat dialihkan. Hanya saja, pembahasan proyek yang menyedot anggaran senilai Rp 2,8 miliar itu dimanfaatkan betul oleh Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Supriyono, untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan kontroversial terhadap wartawan koran ini, Ali Nurfatoni, Rabu lalu (13/3).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Permohonan maaf itu juga ditujukan kepada keluarga besar Ali Nurfatoni yang hadir. Disaksikan muspika dan puluhan warga, kades menyampaikan khilaf atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kami minta maaf kepada Saudara Ali Nurfatoni dan keluarga besarnya,” ujar Supriyono gentle. Dia beralasan, bahwa sikap bernada ancaman yang ditujukan kepada koran ini lantaran dirinya tertekan. Sebab, tersiar kabar bahwa dirinya sudah menerima fee terkait proyek tersebut. ‘’Kami ikhlas dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Supriyono melalui pengeras suara.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Kecamatan Songgon, Supriyono, yang mengancam wartawan di hadapan publik dikecam berbagai kalangan. Kecamatan itu datang dari anggota DPRD Banyuwangi. Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi mengatakan, sikap kepala desa itu berlebihan. Sebagai pejabat publik, tindakan tersebut sangat konyol. ‘’Pernyataan kades itu sangat tidak sopan,” tegas politisi PKB asal Kecamatan Genteng itu. Seharusnya, kata dia, sebagai seorang pemimpin harus bisa menjaga etika. Pernyataan kades tersebut sangat mendiskreditkan kalangan jurnalis. ‘’Kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan kepala desa terhadap wartawan itu,” sesal Khusnan. (radar)

Loading...