Kaki-Tangan Riski Nyaris Terbakar

0
460


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GAMBIRAN-Warga yang ada di sekitar SDN 1 Jajag, Kecamatan Gambiran, sempat geger kemarin (7/3). Rombong sempol milik  Riski, 17, tiba-tiba terbakar. Saat  kejadian, pedagang itu sedang melayani pembeli. Dalam kebakaran itu, api yang  datang dari kompor tiba-tiba membesar dan membakar makanan sempol yang sedang digoreng. Payung yang dibuat untuk  jualan, juga terbakar.

Riski sendiri   kaki dan tangannya melepuh akibat kecipratan minyak goreng.  Untungnya, warga yang ada di sekitar lokasi dapat bertindak cepat dengan membantu memadamkan api. Sehingga, api bisa segera dipadamkan. “Kompornya rusak dan payungnya  terbakar,” cetus Riski yang mengaku warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran itu.

Loading...

Menurut Rizki, api yang membakar hingga menghanguskan makanan dan payung itu, diduga  karena di wajan terlalu banyak minyak goreng. “Tadi sudah saya beri minyak yang pas, sama bapak ditambahi,” katanya. Meski mengalami luka melepuh di tangan dan kaki, Riski tidak  berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Cewek masih berumur remaja itu, cukup minta tolong warga untuk mengolesi dengan  pasta gigi.

“Gak apa-apa, kok,”  dalihnya. Terkait kasus kebakaran pedagang sempol di Jajag, Koordiantor Pemadam Kebakaran (Damkar) wilayah Banyuwangi Selatan,  Sutikno, mengatakan jika  sumber   api dalam kegiatan memasak menggunakan gas elpiji, sangat kecil kemungkinan kalau kebakaran dipicu kerusakan tabung   gas.

“Kalau pun karena tabung,  biasanya karena regulatornya  tidak standar,” katanya. Untuk kasus yang menimpa pedagang Sempol di Jajag yang  dipicu minyak panas, terang dia,  sebenarnya cara yang paling  aman memadamkan dengan  menggunakan busa diterjen.

“Kalau minyak dipadamkan pakai busa, kalau air malah melebar,” ucapnya.  Untuk kebakaran yang disebabkan arus listrik, jelas dia, warga tidak mengambil langkah gegabah.  Tapi, diupayakan menunggu tim  dari PLN untuk menjinakkan arus  listrik terlebih dahulu. “Kalau  kebakaran listrik kita harus menunggu PLN,” katanya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :