Kantor Pelabuhan Muncar Dibongkar

0
308

pekerja-membongkar-rangka-besi-bekas-aula-kantor-pelabuhan-perikanan-muncar-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MUNCAR – Pelabuhan Muncar yang telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan kini terus dibenahi. Yang terbaru, aula dan Kantor Pelabuhan Perikanan yang berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu kini dibongkar untuk diperbaiki.

Jalan di depan kantor juga dikeruk untuk dibuat saluran irigasi. Hanya, perbaikan yang kini sudah dikerjakan itu dipertanyakan warga dan para nelayan. Sebab,  selama ini tidak pernah ada sosialisasi, papan nama proyek juga tidak dipasang. “Ini proyek provinsi, tapi lebih jelas tanya pimpinan saja,” cetus salah satu pegawai Pelabuhan Perikanan Muncar sambil  menyebut pimpinannya sedang berada di Surabaya.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Sudirman, 49, mengatakan pengerjaan proyek di sekitar Kantor Pelabuhan dan Perikanan Muncar itu sudah dimulai sebulan lalu. Tanpa ada sosialisasi, pihak pelaksana proyek tiba-tiba membongkar breakwater dan melakukan pengurukan pantai.

Selain itu, juga dilakukan pengerukan  dan pengerasan badan jalan dengan cor.  Bukan hanya itu, pelaksana proyek juga melakukan penggalian tanah menggunakan backhoe yang konon akan dibuat drainase. Aula di sebelah kantor pelabuhan  dan perikanan yang sering digunakan lokasi pertemuan  nelayan itu kini juga dibongkar.

“Warga dan nelayan sama sekali tidak pernah diberi tahu,” cetusnya. Hal senada diungkapkan Kepala Desa Kedungrejo, H. Abdurrachman. Menurutnya, pemerintah desa  tidak tahu dengan pengerjaan proyek aula dan pengerukan itu. Sebab, pihaknya tidak pernah mendapat surat tembusan dari pihak pelabuhan dan pelaksana proyek.

“Kami senang dilakukan pembangunan, hanya saja etikanya itu ya kita diberi pemberitahuan,”  katanya. Kepala desa yang biasa disapa Durahman itu  mengatakan, daerah yang kini dibongkar itu sering   digunakan warga. Jalan yang dikeruk selama ini banyak dilewati warga di sekitar pelabuhan. Apalagi,  banyak pekerja dari luar kota yang menginap di  sekitar lokasi proyek.

“Para pekerja itu tinggal di  desa kami tanpa ada pemberitahuan. Nanti kalau   ada apa-apa yang disalahkan kami. Ini orang dari  luar masuk dan keluar seenaknya sendiri,” kecamnya. Pantauan Jawa Pos Radar Genteng, proyek pembangunan dari Dinas Kelautan dan Perikanan   Provinsi Jawa Timur itu terus dikebut. Selain pengerasan  badan jalan di areal pelabuhan, material batu dari  pengerukan breakwater di dermaga juga dilakukan.

Itu untuk perluasan kawasan pelabuhan di sekitar TPI Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.  Batu gunung dan box culvert terlihat tertata dan   siap digunakan.  Sejumlah alat berat, seperti dua backhoe, bulldozer, dan slender, juga  berada di lokasi. Pengerjaan proyek   itu sudah dimulai, seperti pengerasan badan jalan dengan beton cor dan  pemasangan box culvert.

“Rumah-rumah dan warung di sekitar areal pelabuhan kita bersihkan, karena  terkena proyek pembangunan ini,” ujar salah seorang staf kantor Pelabuhan Perikanan Muncar yang enggan disebutkan namanya.  Saat ditanya berapa nominal   mega proyek itu, karyawan itu tidak mau berkomentar. Lagi-lagi  dia minta menghubungi Kepala Kantor Pelabuhan Perikanan  Provinsi Jawa Timur di Muncar, Zainul.

“Pak Zainul sedang berada di Surabaya. Kami tidak berani berkomentar, takut salah,” dalihnya. Sayang, Zainul saat dikonfirmasi  melalui hand phone (HP) tidak ada jawaban meski nada panggil terdengar masuk. (radar)

Loading...

Baca Juga :