Kapal Meledak, Tubuh Lima Nelayan Terbakar

0
140

BANYUWANGI – Musibah laut menimpa lima nelayan di Muara Inkai, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, Kamis malam kemarin (12/1). Kapal yang sehari-harinya digunakan untuk melaut itu tiba-tiba meledak lalu membakar kelima tubuh  nelayan.

Beruntung, meski ledakan cukup kuat, musibah tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Lima nelayan dilaporkan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.Informasi yang diperoleh Jawa Pos  Radar Banyuwangi, kelima nelayan yang menjadi korban ledakan adalah  Matlani, 56 ; Totok, 56 ; Bambang, 24  dan Saiful, 20.

Semuanya warga Kelurahan Kampung Mandar. Satu  lagi Misto, 45, warga Desa Badean, Kecamatan Kabat ikut terbakar.  Matlani dan Totok mengalami luka bakar cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di ruang IGD RSUD Blmbangan.

Sedangkan, Saiful,  Misto, dan Bambang hanya mengalami luka bakar ringan dan diperbolehkan  pulang oleh tim dokter. Musibah ini bermula saat kelima korban pergi ke Muara Inkai  untuk mempersiapkan kapal selerek yang biasa digunakan  untuk melaut, pukul 20.30.

Saat itu, kapal selerek warna merah yang diketahui milik Matlani masih dalam posisi sandar di dermaga Muara Inkai, sebelah selatan Pantai Boom. Matlani dan Totok bertugas mempersiapkan keperluan di atas kapal. Sementara, tiga nelayan lainnya, Misto, Bambang dan Saiful, bertugas di bawah kapal untuk mengecek kesiapan bodi kapal.

Saat itu, tidak ada kecurigaan sama sekali. Kelima nelayan tetap konsen melakukan tugasnya ma sing-masing. Selang beberapa menit, segala persiapan untuk melaut pun usai  dilakukan. Salah satu nelayan  yang berada di atas kapal, yakni  Matlani langsung menyalakan  damar kambang dengan korek  api.

Nah, saat korek api baru saja menyala, ledakan pun langsung terjadi, kemudian disusul dengan  sebuah bara api yang membesar hingga melalap tubuh kelima  nelayan ini.

”Yang menyalakan damar kambang Matlani, saya juga berada di atas kapal. Tiga teman saya ada di bawah kapal. Kita tidak  tahu apakah itu karena BBM atau apa pemicunya. Terdengar suranya bleeeeeeem setelah korek  api menyala. Saya langsung  menceburkan diri ke muara sungai karena tubuh saya terbakar,” jelas Totok, salah satu korban  saat berada di IGD RSUD Blambangan, malam kemarin.

Setelah ledakan terjadi, dari infor masi warga sekitar, kelima korban ini juga terlihat masih  sadar. Meski kondisi tubuhnya  sudah gosong, kelima nelayan  ini sempat memadamkan api  yang membakar sebagian bodi  kapal dengan air sungai muara. Setelah api padam, kelima korban berjalan menjauh dari kapal.  Mereka minta pertolongan warga yang tinggal tak jauh dari muara sungai.

”Suaranya keras sekali,  seperti gempa bumi. Ada salah satu nelayan yang rambutnya  sampai keriting terkena api,” tutur salah satu warga setempat yang tidak mau namanya dikorankan. Kepala Satuan Polisi Air (Kasat  Polair) Polres Banyuwangi AKP Subandi mengatakan, pihaknya sejauh ini masih melakukan  penyelidikan terkait meledaknya kapal nelayan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kuat dugaan kapal selerek meledak lantaran mesin kapal bocor sehingga menimbulkan luberan BBM yang tidak diketahui oleh para nelayan.  ”Masih terus kami dalami.  Akibat musibah ini, dua nelayan  mengalami luka bakar serius dan  tiga lainnya luka bakar ringan. Mereka sudah kami antar ke  rumah sakit dan sudah didampingi keluarga masing-masing,”   jelas Subandi.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi kejadian, kapal  selerek warna merah yang terbakar kondisinya masih terlihat utuh.  Bekas kebakaran kapal hanya terlihat pada sebagian terpal yang  meleleh karena terkena api. Garis  polisi (police line) dipasang untuk keperluan penyelidikan lanjutan  oleh tim penyidik Satpolair Polres  Banyuwangi.

”Untungnya saat kejadian berlangsung air laut sedang pasang. Jadi, setelah terbakar korban langsung  menceburkan diri ke air. Kalau airnya pas s urut mungkin beda  lagi ceritanya,” jelas Buyan, salah  satu nelayan Kampung Mandar di lokasi kejadian. (radar)

Loading...