Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kasus Pengeroyokan Pendekar Silat di Genteng Berlanjut, Polisi Konsolidasi dengan Perguruan Silat

kasus-pengeroyokan-pendekar-silat-di-genteng-berlanjut,-polisi-konsolidasi-dengan-perguruan-silat
Kasus Pengeroyokan Pendekar Silat di Genteng Berlanjut, Polisi Konsolidasi dengan Perguruan Silat

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses penyelidikan kasus pengeroyokan yang melibatkan kelompok pendekar silat di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dipastikan terus berlanjut.

Insiden tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di simpang empat Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, serta di simpang tiga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, tepatnya di depan Hotel Agung Genteng, pada Kamis (15/1) malam.

Penanganan perkara hukum atas kejadian tersebut kini ditangani langsung oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Genteng.

Selain fokus pada pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi, kepolisian juga mengambil langkah preventif untuk mencegah munculnya gejolak lanjutan di tengah masyarakat.

Sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah selama proses penyelidikan berlangsung, Polsek Genteng memanggil sejumlah perwakilan dari beberapa perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Genteng.

IMG_4331JPG-1631946677.jpg

ADEM AYEM: Perwakilan perguruan silat di wilayah Kecamatan Genteng berkumpul di Mapolsek Genteng, Sabtu (17/1) malam. (SALIS ALI/RADAR BANYUWANGI)

Pertemuan tersebut digelar di Mapolsek Genteng pada Sabtu (17/1) malam.

Pantauan Jawa Pos Radar Genteng, pertemuan itu dihadiri perwakilan dari berbagai perguruan silat, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKS-PI Kera Sakti, PSHW, serta PN.

Suasana pertemuan berlangsung gayeng dan penuh kekeluargaan, dengan tujuan utama melakukan konsolidasi antarpengurus perguruan silat.

Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah adanya reaksi berlebihan atau aksi balasan pasca kejadian pengeroyokan yang diduga melibatkan salah satu perguruan silat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para anggota perguruan silat, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial. Perkara ini sudah ditangani oleh kepolisian dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Edy juga menekankan pentingnya peran aktif pengurus perguruan silat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia meminta para perwakilan yang hadir untuk rutin melakukan monitoring terhadap anggotanya, terutama saat ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Setidaknya jalin komunikasi. Jika ada potensi konvoi dari anggotanya, bisa disampaikan kepada kami agar kepolisian dapat melakukan pengamanan sejak awal,” ujarnya.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses penyelidikan kasus pengeroyokan yang melibatkan kelompok pendekar silat di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dipastikan terus berlanjut.

Insiden tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di simpang empat Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, serta di simpang tiga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, tepatnya di depan Hotel Agung Genteng, pada Kamis (15/1) malam.

Penanganan perkara hukum atas kejadian tersebut kini ditangani langsung oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Genteng.

Selain fokus pada pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi, kepolisian juga mengambil langkah preventif untuk mencegah munculnya gejolak lanjutan di tengah masyarakat.

Sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah selama proses penyelidikan berlangsung, Polsek Genteng memanggil sejumlah perwakilan dari beberapa perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Genteng.

IMG_4331JPG-1631946677.jpg

ADEM AYEM: Perwakilan perguruan silat di wilayah Kecamatan Genteng berkumpul di Mapolsek Genteng, Sabtu (17/1) malam. (SALIS ALI/RADAR BANYUWANGI)

Pertemuan tersebut digelar di Mapolsek Genteng pada Sabtu (17/1) malam.

Pantauan Jawa Pos Radar Genteng, pertemuan itu dihadiri perwakilan dari berbagai perguruan silat, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKS-PI Kera Sakti, PSHW, serta PN.

Suasana pertemuan berlangsung gayeng dan penuh kekeluargaan, dengan tujuan utama melakukan konsolidasi antarpengurus perguruan silat.

Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah adanya reaksi berlebihan atau aksi balasan pasca kejadian pengeroyokan yang diduga melibatkan salah satu perguruan silat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para anggota perguruan silat, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial. Perkara ini sudah ditangani oleh kepolisian dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Edy juga menekankan pentingnya peran aktif pengurus perguruan silat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia meminta para perwakilan yang hadir untuk rutin melakukan monitoring terhadap anggotanya, terutama saat ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Setidaknya jalin komunikasi. Jika ada potensi konvoi dari anggotanya, bisa disampaikan kepada kami agar kepolisian dapat melakukan pengamanan sejak awal,” ujarnya.