Beranda Sosial Kecewa Kebijakan Disbudpar, Puluhan THL Mogok Kerja

Kecewa Kebijakan Disbudpar, Puluhan THL Mogok Kerja

0
445

BANYUWANGI – Wisata Pantai Grand Watudodol (GWD) ditutup untuk umum oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Penutupan sementara tersebut ternyata berbuntut panjang. Sebanyak 23 tenaga harian lepas (THL) yang selama ini mengelola wisata GWD memilih mogok kerja, Sabtu (19/1/2019).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tidak satupun yang kini mau melaksanakan tugas kebersihan dan perawatan taman. Obyek wisata bahari yang terletak di Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo itu pun dibiarkan mangkrak. Padahal, pasca ditutup 7 Januari 2019 lalu, para THL tersebut masih mau bekerja dan bersih-bersih di GWD.

Koordinator THL yang juga ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari, Abdul Azis mengatakan, pilihan ini dilakukan lantaran seluruh THL merasa kecewa terhadap kebijakan Disbudpar yang hendak menggusur 4 pengelola warung dengan dalih kumuh. Sedangkan selama penutupan pihak Disbudpar tidak pernah memberikan pembekalan maupun pelatihan dalam bentuk apapun.

Loading...

“Pengelola, pemilik warung, dan pelaku wisata yang bergerak di sini adalah pelaku sejarah sejak GWD saat sebelum terkenal hingga saat ini menjadi destinasi unggulan Bumi Blambangan. Kalau hanya soal warung yang kumuh kan bisa dibina, bukan dibinasakan begini,” sergahnya, Sabtu (19/1/19) sore.

Azis menuturkan, aksi mogok kerja ini merupakan salah satu bentuk solidaritas antar sesama warga yang menggantungkan hidupnya dari wisata di bibir Selat Bali. Karena itu, seluruh THL mengabaikan soal gaji bulanan yang selama ini mereka terima.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!