Kembangkan Lele dan Batik, Pasar Tembus Luar Jawa

0
342
GIAT USAHA: Kolam lele yang dikelola Kelompok Maju Lele di Dusun Krajan, Desa Badean, Kabat (kiri). Pekerja sedang menyelesaikan batik di home industry Batik Srikandi.
GIAT USAHA: Kolam lele yang dikelola Kelompok Maju Lele di Dusun Krajan, Desa Badean, Kabat (kiri). Pekerja sedang menyelesaikan batik di home industry Batik Srikandi.

BADEAN – Budidaya ikan lele yang dilakukan Kelompok Maju Lele di Dusun Krajan RT 3 RW 1, Desa Badean, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ternyata memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan. Sejak dirintis setahun lalu, kelompok beranggota 15 orang itu kini telah mempunyai tujuh titik sebagai tempat pembesaran ikan lele.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setiap titik memiliki sejumlah kolam lele. Menurut ketua Kelompok Maju Lele, Wahidni, proses budidaya ikan lele sangat mudah. Jika memiliki kolam terpal ukuran 2×3 meter, maka kolam tersebut dapat menampung sekitar 2000 bibit lele. “Harga bibitnya cukup murah. Per 2000 ekor benih, hanganya hanya Rp 200 ribu,” ujar Wahidni.

Loading...

Ditambahkan, sejak penaburan benih hingga masa panen, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan 20 hari. Biaya perawatan lele juga tidak terlalu tinggi. Untuk pakan, cukup diberi sentrat tiga kali sekali. Dari 2000 benih yang ditabur, akan diperoleh sedikitnya satu kwintal 75 kilogram. Jika harga perkilo Rp. 10 ribu, sudah bisa dibayangkan berapa keuntungan yang diperoleh Kelompok Maju Lele.

Usaha Kelompok Maju Lele untuk menambah penghasilan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Karena itu, pangsa pasar lele made in Kelompok Maju Lele tidak hanya lokal Kecamatan Kabat. Namun sudah menyebar hingga ke luar daerah. “Pasar ikan lele tidak hanya di Banyuwangi. Dari Bali juga semakin banyak permintaan,” ujar Ruslan, salah seorang perangkat Desa Badean.

Tidak hanya lele, usaha lain yang digeluti warga Desa Badean, adalah membatik. Salah satu warga yang menekuti usaha batik adalah Hani, 40, yang merintis usaha Batik Srikan di sejak 1998 lalu. Dengan jumlah karyawan sebanyak 25 orang, usaha pembuatan batik milik Hani dalam satu harinya mampu memproduksi 300 kain batik.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2