Kemenag RI Tertarik Layanan Publik BWI

0
92

ketua-dprd-i-made-cahyana-nomor-satu-dari-kiri-memimpin-rapat-paripurna-pengesahan-raperda-organisasi-perangkat-daerah-pada-agustus-lalu

BANYUWANGI –Pelayanan publik berbasis teknologi informasi (TI) yang diterapkan Pemkab Banyuwangi menarik perhatian Kementerian Agama (Kemenag) RI. Kementerian yang pimpinan  Menteri Lukman Saifuddin itu berminat untuk menerapkan layanan publik  seperti yang dilakukan Banyuwangi.

Untuk menerapkan kebijakan itu, Lukman mengirim Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag, Mastuki untuk belajar pelayanan publik berbasis TI pada Pemkab Banyuwangi kemarin (5/12). Rombongan Kemenag  itu melihat langsung penerapan IT di  lingkup pemkab Banyuwangi.

Rombongan Kemenag tersebut diterima Bupati Abdullah Azwar Anas di  Lounge Pelayanan Publik. Saat berada di lounge, mereka melihat berbagai program pemkab yang bisa diakses  secara online. Mulai dari e-monitoring,  e-village budgeting, hingga Sistem Informasi Keuangan Daerah yang telah menerapkan e-budgeting.

“Melihat lounge yang terkoneksi dengan TI dan bisa diakses oleh para tamu seperti ini, menginspirasi untuk membuat hal serupa,” ujar Mastuki. Dalam waktu dekat, imbuh Mastuki, Kemenag akan mulai menerapkan pelayanan terpadu satu pintu yang terintegrasi dengan TI, mulai dari struktur  teratas hingga ke unit-unit terkecil yang  berada di bawah Kemenag.

Pertemuan itu menjadi ajang diskusi. Selain bertukar pikiran tentang penggunaan TI, Kemenag juga tertarik mengadopsi  cara  Banyuwangi  mengubah mindset para birokratnya. Terutama bagaimana mengajak  birokrat dari yang sebelumnya terbiasa melakukan pelayanan  secara  manual, menjadi berbasis TI.

“Yang  membuat  kami bertanya-tanya, bagaimana cara mentransformasikan dari yang terbiasa berbudaya manual mau melebur menggunakan TI yang menegedepankan transparansi dan akuntabilitas. Bagi kami, ini bukan hal yang mudah dilakukan,” kata Mastuki.

Bupati Anas mengatakan penggunaan TI dalam pelayanan publik untuk membuat ei sisen dan efektif layanan. Menurut Anas, publik saat ini menuntut penyelenggara negara untuk bisa merespons dan melayani  masyarakat dengan cepat.

“TI ini  adalah jawabannya. Pelayanan kepada warga akan sangat mudah dan  cepat dilakukan,” kata Anas.  Anas pun sempat mencontohkan  program Smart Kampung yang digagas pemkab. Lewat Smart Kampung,  imbuh dia, aparatur desa yang awalnya buta IT, sekarang menjadi mahir.  Aparat desa dilatih mengoperasikan IT demi mempermudah pelayanan  pada masyarakat. (radar)

Loading...