Kepadatan Berkurang, yang Sakit Menyusut

0
370
H. Hasan Noer
H. Hasan Noer

KONDISI jamaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 74 dikabarkan dalam kondisi baik. Meski dalam sehari kunjungan jamaah ke posko kesehatan masih mencapai 20 orang, tapi jumlah pasien itu sudah menurun dibanding sesaat setelah jamaah melakukan ritual puncak haji. “Pasca Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina) rata-rata jamaah yang berkunjung ke posko kesehatan mencapai 40 orang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sekarang sudah menurun separo,” kata Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Banyuwangi, H. Hasan Noer. Terbanyak jamaah mengeluhkan dehidrasi tenggorokan, maag (gastritis), nyeri sendi, hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut, dan lain sebagainya. Namun, selama ini TKHI tidak kesulitan menangani jamaah yang sakit. Obatobatan yang disediakan sudah mencukupi “Alhamdulillah, semua keluhan dapat diatasi tim TKHI Banyuwangi.

Loading...

Memang ada beberapa jamaah lanjut usia yang tidak mau makan tapi bisa di antisipasi dengan cara diinfus di maktab,” ujarnya. Sementara itu, setelah dua ming gu dari prosesi puncak haji selesai, Masjidilharam lebih nyaman digunakan para jamaah haji Banyuwangi. Jamaah yang melakukan iktikaf, tawaf, dan umrah pun semakin longgar. Hal itu berbeda saat jamaah baru sampai di Makkah.

Waktu yang sangat mepet dengan wukuf membuat jamaah kebingungan. Maklum, saat itu Makkah sangat padat. Bahkan, setiap hari petugas kloter menemukan jamaah daerah lain tersasar akibat lupa jalan. “Jumlahnya sangat banyak. Maklum saat itu Makkah sangat padat, sehingga banyak orang bingung mencari jalan,” jelasnya. Sementara itu, berkurangnya kepadatan di Masjidilharam membawa dampak terhadap har ga barang. Beberapa toko mulai banting harga, bahkan beberapa toko pakaian di Zamzam Tower atau Hilton yang di bawah jam raksasa pun mulai obral diskon hingga 50 persen.  (radar)