Kerajinan Bambu Tembus Pasar Internasional

  • Bagikan
EKSPOR: Kades Samani menunjukkan hasil kerajinan bambu karya warganya.

TEGALSARI – Salah satu potensi yang dimiliki Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari adalah anyaman bambu. Hasil kerajinan tangan ini mampu menempus pasar internasional.

Bila Anda kebetulan berkunjung ke Dusun Krajan I dan Krajan II, di sana akan menemukan puluhan ibu-ibu sedang merangkai kerajinan bambu berbagai bentuk. Kerajinan tersebut ada yang untuk lampu, alat mamasak, lomba hias, serta berbagai macam bentuk kerajinan bambu. Ibu-ibu juga tampak cekatan mengerjakannya.

Kepala Desa (kades) Tegalsari Samani mengatakan, kerajinan bambu tersebut muncul sudah lama. “Mulai saya kecil, kerajinan bambu di sini memang sudah ada,” katanya. Kerajinan bambu ini, kata Samani, cukup membuat bangga dirinya sebagai kades. Sebab selain sebagai salah satu potensi desa, juga mampu menambah penghasilan masyarakat setempat.

Makanya, sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan kerajinan bambu tersebut, beberapa waktu lalu dirinya mengajukan bantuan modal ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemkab Banyuwangi. Hasilnya, sebanyak enam orang yang terhitung paling miskin dan masih produktif dalam bidang kerajinan bambu tersebut mendapatkan bantuan modal masing-masing Rp 500.000.“Bantuannya sudah disalurkan oleh BPM,” ujarnya.

Selain kerajinan bambu, Desa Tegalsari juga memiliki potensi lain. Di antaranya, handi craf, home industri, kerajinan patung, serta beberapa potensi lain. Sayangnya, banyaknya potensi yang ada di Desa Tegalsari tersebut masih menemukan kendala untuk bisa lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Sebab sampai saat ini, jalan tembus yang menghubungkan Desa/Kecamatan Tegalsari menuju Desa Kebon dalem, Kecamatan Bangorejo, masih belum bisa terealisasi secara penuh. Karena jalan sepanjang 3 kilometer dengan lebar 13 meter yang dirintis sejak 2005, sampai sekarang masih belum selesai pengerjaannya.

Samani menuturkan, tahun 2005, warga Desa Tegalsari, menghibahkan lahan sawahnya untuk jalan tembus tersebut, dengan total nilai Rp 2 miliar. Keihlasan warga menghibahkan lahan tersebut, karena mereka ingin agar desanya mengalami kemajuan pesat. Ketika jalan tembus tersebut bisa terelisasi, makan akan banyak masayarakat di Banyuwangi Selatan, akan melalui jalur tersebut.

Sebab melalui jalur tersebut, warga di Kecamatan Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran, yang akan pergi ke Kota Genteng akan lebih memilih jalur tersebut, ketimbang harus melalui Kecamatan Gambiran. “Karena melalui jalur ini, akan menghemat jarak tempuh sekitar empat kilometer,” tandasnya.

Untuk itu, Samani berharap agar tahun depan jalan tembus yang kini sudah selesai pengerjaan jembatan dan pengerasannya, bisa langsung diaspal oleh pemerintah daerah. Apalagi, dalam musyawarah rencana pembangunan desa dan musyawarah rencana pembangunan kecamatan, jalur tersebut mendapatkan prioritas utama.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa diaspal, sehingga potensi-potensi yang ada di Tegalsari, akan mudah dikenal dan mengundang banyak pembeli,” pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: