Kerap Dimintai Tolong Warga yang Kena Sihir

0
1156
Ruslan naik becak bersama seblang Supani dalam ritual nyekar ke makam buyut Witri, Minggu lalu (10-9).
Ruslan naik becak bersama seblang Supani dalam ritual nyekar ke makam buyut Witri, Minggu lalu (10-9).

SUASANA jalan Raya Kuntulan, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu sore lalu benar- benar ramai. Tidak seperti biasanya, hampir setiap sudut jalanan di kelurahan itu ramai penuh dengan warga yang hilir mudik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pintu masuk jalan di kampung itu juga dihias dengan gapura yang terbuat dari bambu. Tidak ketinggalan hiasan penjor dan poro bungkil seperti umbi-umbian dan hasil perkebunan serta pertanian turut dipajang di samping gapura setinggi empat meter yang melintang di tengah jalan tersebut.

Sejumlah pernak-pernik hiasan juga sudah lengkap terpasang mewarnai sepanjang jalan kampung di Kelurahan Bakungan. Tak berselang lama, suara gemuruh gamelan mulai terdengar lirih. Semakin mendekat, suara tampak hadrah kuntulan makin keras disertai suara gamelan menyerupai bale ganjur.

Jalanan kampung mulai padat dan seluruh kendaraan yang akan melintas dihentikan. Bahkan tidak diperkenankan melintasi di jalan kampung mengingat akan segera melintas pawai arak-arakan yang menjadi bagian awal tradisi ritual seblang.

Prosesi tradisi Seblang Bakungan dimulai dengan nyekar atau berziarah di pusara makam Buyut Witri, yang tak lain adalah leluhur Seblang Bakungan pada era tahun 1758-1832. Barisan terdepan pawai tersebut ada seorang lelaki dan perempuan yang diarak menaiki becak yang dihias menggunakan janur.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last