Mata Terpejam, Seblang Supani Menghunus Keris

0
639

GLAGAH -Alunan gamelan diiringi gending Panjar Giling dan gending Podho Nonton kemarin malam (4/10) kembali berkumandang di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah. Seblang Supani, 59, yang pada tahun sebelumnya menggantikan Seblang Bahana yang telah meninggal dunia, tahun ini kembali menari dalam ritual Seblang Bakungan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ritual tahunan Seblang Bakungan adalah kebudayaan masyarakat Kelurahan Bakungan yang dipercaya sebagai permohonan keselamatan kepada Tuhan. Berbeda dengan Seblang Olehsari yang dilakukan gadis perawan, Seblang Bakungm dilakukan penari berusia lanjut yang menopause (tidak menstruasi lagi).

Pelaksanaannya pun dilangsungkan pada malam hari, berbeda dengan Seblang Olehsari yang dilaksanakan pada siang hari. Menurut Jumanto, 45, ketua Adat Seblang Bakungan, usia Seblang Bakungan jauh lebih tua dari  Seblang Olehsari.

Beberapa gending yang dinyanyikan pada Seblang Olehsari pun menurutnya diambil dari gending yang dibawakan di Seblang Bakungan. Rangkaian ritual Seblang Bakungan dimulai sekitar pukul 15.00 dengan nyekar ke makam salah satu leluhur penari seblang ketiga, yaitu Buyut Witri.

Kemudian, rombongan yang terdiri atas tokoh adat dan pengiring serta penari seblang itu menuju sumber penawar di Dusun Watu Ulo yang berjarak tiga kilometer dari sanggar seblang.  Di sumber yang dipercaya sebagai lokasi salah satu danyang (roh) yang akan merasuki tubuh seblang itu si penari akan dimandikan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last