Kerjakan Unas di Rumah Sakit

0
226

kerjakanGAMBIRAN – Ujian nasional (unas) tahun ini tampaknya bakal sulit dilupakan Defri Pranata, 13, siswa SD Negeri 03 Tamansari, Kecamatan Tegalsari. Warga Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, itu mengerjakan soal unas di ruang perawatan Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Penyebabnya, sehari sebelum unas dilaksanakan, putra nomor dua pasangan Sarju, 47, dan Tinem, 40, itu mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan desa, masuk Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Akibat kecelakaan tersebut, Defri mengalami luka parah di bagian dahi sebelah kiri dan telapak kaki kiri, sehingga dokter harus menjahit kedua luka tersebut. Karena sakitnya cukup parah, Defri harus menjalani rawat inap di RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Sehingga, sejak hari pertama Unas, dia harus mengerjakan soal unas di RS tersebut didampingi seorang pengawas. Selama mengerjakan soal, sesekali Defri menahan sakit kepala.

Namun demikian, dia tetap berusaha hingga akhirnya semua soal selesai dijawab. Usai mengerjakan soal unas, dia langsung tidur karena tak kuat menahan sakit dan tak bisa diajak bicara. Beberapa kali wartawan koran ini melontarkan pertanyaan, dia hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan kepala. Kepala Desa Tamansari, Sucipto, yang kemarin menunggui Dafri di RS Al-Huda mengatakan, kecelakaan yang dialami warganya tersebut terjadi ketika yang bersangkutan pulang mengikuti kursus di Tamansari.

Saat itu, dia dibonceng temannya sesama kelas VI di SDN 03 Tamansari yang juga tetangganya sendiri bernama Hendrik, 13. Tanpa sebab yang jelas, ketika sampai di jalan desa, masuk Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, mendadak kendaraan yang mereka naiki roboh. Tak lama setelah kejadian, Defri dibawa keluarganya ke RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Hendrik memilih pergi ke rumah saudaranya di Kecamatan Kalibaru. Beruntung, kepergian Hendrik itu segera diketahui pihak keluarga. Dia diminta segera pulang, karena keesokan harinya dia harus mengikuti unas. (radar)

Loading...