Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang

0
464

kibarkanLatihan Pramuka di Pantai Lampon meninggalkan duka mendalam bagi Gugus Depan SMAN Pesanggaran. Seorang siswa, Ivan Fauzan, meninggal dunia karena terseret ombak usai mengikuti pelatihan di pantai tersebut. Meninggalnya Ivan Fauzan, 17, benar-benar meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Keluarga besar SMAN I Pesanggaran juga dirundung duka atas me ninggalnya siswa kelas XI IPA asal Dusun Sum ber bening, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, tersebut. Bahkan, sebagai wujud belasungkawa atas kejadian itu, keluarga besar SMAN I Pesanggaran mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pengibaran bendera setengah tiang tersebut dilakukan usai para guru dan siswa sekolah tersebut melakukan upacara Senin pagi kemarin (1/4). Selain mengibarkan bendera setengah tiang, de wan guru dan siswa SMAN I Pesanggaran juga menggelar doa bersama untuk almarhum Ivan. Bukan hanya itu, usai menggelar upacara dan doa bersama, rombongan guru dan siswa SMAN I Pesanggaran juga berkunjung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada orang tua almarhum. “Tadi pagi kita ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa,” kata Kepala SMAN I Pesanggaran, Hari Suryono, ke pada Jawa Pos Radar Banyuwangi siang kemarin.

Kasek Hari termasuk yang tidak pernah men duga kejadian tersebut bakal menimpa mu ridnya. Bahkan, empat guru pembina yang mengikuti pelatihan Pramuka tersebut terkejut atas kejadian itu. Sebab, usai menggelar latihan, em pat guru pembina Pramuka tersebut, yaitu Muali, Hariyono, Samsiti, dan Erni, sudah menginstruksikan seluruh siswa agar pulang ke ru mah masing-masing. Empat guru pembina Pramuka itu meninggalkan Pantai Lampon bersama para siswa. Namun, di tengah perjalanan pu lang, para guru itu menerima telepon dari anggota Marinir TNI AL yang bertugas di Pantai Lampon.

Anggota Marinir ter se but mengabarkan bahwa dua

siswa ter seret ombak laut. “Jadi, pembinanya su dah dalam perjalanan pulang, dan tahu ke jadian itu setelah menerima telepon dari Ma rinir,” kata Kasek Hari. Di mata para guru, Ivan dikenal sebagai sis wa yang sopan dan tak banyak bicara. Ke sehariannya di sekolah, almarhum juga tak pernah bikin ulah. “Anaknya juga tekun iba dah,” tutur Erni, salah satu pembina yang ikut mendampingi latihan Pramuka Gu dep SMAN I Pesanggaran (bukan Saka Bahari seperti diberitakan kemarin, Red). Sementara itu, untuk mendalami kasus ter sebut, polisi memintai keterangan empat guru pembina Pramuka tersebut.

Mereka dimintai keterangan penyidik mulai pukul 09.00 hingga pukul 13.30. Keterangan yang disampaikan empat guru tersebut tak beda jauh dengan in formasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi Minggu lalu. “Hasil pemeriksaan hari ini, insiden tersebut ter jadi setelah kegiatan selesai dan para guru sudah menginstruksikan para siswa agar pulang,” kata Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi melalui Kanitreskrim Aiptu Solikin. Selain meminta keterangan empat orang tersebut, rencananya polisi juga akan memintai keterangan lima rekan Ivan yang berada di Pantai Lampon saat kejadian.

Mereka adalah Saka, Miko, Sulton, Mega, dan Dita. “Hanya kita mintai keterangan,” tutur Aiptu Solikin. Seperti diberitakan sebelumnya, sis wa kelas XI IPA SMAN Pesanggaran, Ivan Fauzan, meninggal dunia karena ter seret ombak. Selain itu, dua siswa SMAN Pesanggaran lain, yaitu Miko No viandro, 18, kelas XII IPA, dan Saka In dra Permana, 17, kelas XI IPA, juga war ga Dusun Sumberbening, Desa Kesilir, Ke camatan Siliragung, dalam kondisi kri tis dan harus menjalani perawatan di Puskesmas Pesanggaran.

Diperoleh keterangan, pada pukul 07.00, Ivan bersama 93 siswa dan siswi SMAN Pe sanggaran, melakukan latihan Pramuka di Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Begitu jarum jam menunjuk angka 12.00, guru pembina menyatakan la tihan selesai, dan semua peserta di instruksikan pulang ke rumah masing-masing. Namun, enam dari 94 siswa tersebut tak langsung pulang. Mereka memilih tetap bermain di Pantai Lampon. Enam pelajar tersebut adalah Ivan Fauzan, Saka, Miko, dan Sulton, serta dua siswi, yaitu Mega dan Dita.

Pukul 13.30, Ivan dan Saka mandi di mu ara sungai. Sedang empat yang lain, Miko, Sulton, Mega dan Dita, berada di darat. Beberapa menit kemudian, keempat sis wa yang berada di tepi pantai tersebut di kejutkan dengan kejadian yang menimpa Ivan dan Saka. Sebab, keduanya terseret arus-balik ombak. Melihat hal itu, Miko dan Sulton langsung memberikan pertolongan. Mereka terjun ke laut dan berhasil menarik tubuh Ivan dan Saka ke tepi pantai. Tetapi, kondisi Ivan, Saka, dan Miko, sudah dalam keadaan kritis. “Tak lama setelah itu, ketiganya dilarikan ke Puskesmas Pesanggaran diangkut mobil Marinir. Tetapi, dalam perjalanan, Ivan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi saat itu. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :