KNKT Lakukan Investigasi Tenggelamnya KMP Rafelia II

0
99

Tim-Komite-Nasional-Keselamatan-Transportasi-(KNKT)-tiba-di-Banyuwangi.

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tiba di Banyuwangi Sabtu kemarin (5/3). Tim KNKT langsung memaparkan langkah-langkah  penyelidikan saat berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di kantor ASDP Pelabuhan Ketapang.

Dipimpin Kapten Aldrian Dalimunte, KNKT menugaskan lima orang untuk penyelidikan tenggelamnya kapal KMP Rafelia II. ”Kami langsung berkoordinasi dengan pihak syahbandar. Kami akan segera lakukan penyelidikan penyebab kecelakaan ini,” jelas Aldrian, ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT.

Hari pertama investigai kemarin, KNKT akan melakukan wawancara mendalam dengan penumpang kapal. Usai koordinasi, tim langsung menuju rumah sakit tempat korban dirawat. “Ini prioritas kami dulu, mencegah korban pulang dulu. Setelah yang di rumah sakit, baru kita ke penumpang lain,” jelasnya.

Setelah wawancara dengan para korban, KNKT baru akan melakukan pengumpulan dokumen-dokumen terkait kapal. “Sesegera mungkin kita buat rekomendasi, dan segera kami laporkan,” ujar Aldrian. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan KNKT dengan segera datang ke Banyuwangi.

Pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah segera merespons tragedi itu dengan sangat cepat. “Bahu-membahu semua, tidak saling menyalahkan. Nelayan setempat juga membantu pencarian korban,” ujar Anas.

Hingga berita ini ditulis telah ditemukan empat jenazah dari lima korbanyang dinystakan hilang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Rafelia II di Selat Bali pada Jumat siang lalu (4/3). Keempat orang tersebut terdiri atas dua pria, satu perempuan, dan satu balita laki-laki.

Dua jenazah pria adalah mualim Puji Purwono dan seorang sopir truk bernama Tia Agus Miharja asal Karawang, Jawa Barat. Adapun ibu dan anaknya bernama Masruroh, 25, dan M. Ramlan, 18 bulan. Saat ini masih ada satu korban yang belum ditemukan, yaitu nakboda kapal bernama Bambang S. Adi.

Bupati Anas ikut menenangkan keluarga korban, diantaranya ibunda Puji Purwono, sang mualim I KMP Rafelia II. Anas mendatangi RSUD Blambangan untuk melihat jenazah korban yang baru ditemukan, tennasuk menengok Agus Wahyudi korban yang akan dioperasi, karena patah tulang kaki.

“Saya sampaikan ke pihak asuransi mohon proses pencairan klaim jangan dipersulit. Kita tahu biasanya memang sulit untuk urusan administrasi asuransi ini. Untuk hal ini harus dipermudah,” tegas Anas saat menghadiri rapat koordinasi di ASDP Ketapang Jumat malam lalu (4/3). (radar)

Loading...