Komplotan Bisu Menjambret

0
480
LANGKA: Kanitpidter Aipda Sastro Mulyono menyaksikan Sarif (depan) dan Enggar memeragakan adegan berboncengan disaksikan Udin (duduk) di Mapolres Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Benar-benar mengejutkan. Itulah gambaran sepak terjang sekelompok pria bisu. Bayangkan, dengan keterbatasan fisik, Enggar Wahid, 19, dan M. Sarif, 30, justru menjambret tas milik Niken Ardi Dian Lukmay, 27, warga Jalan Ikan Tombro, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

Parahnya lagi, seorang penderita tunawicara yang lain, yakni Awaludin Songsongadi, 31, justru memilih melibatkan diri dalam tindakan pidana yang dilakukan dua rekannya tersebut. Pria asal Gang Dahlia, Jalan Musi, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, itu malah bersedia menjual barang hasil kejahatan Enggar dan Sarif.

Bahkan, Udin—sapaan karib Awaludin—justru mendapatkan bagian terbesar dari penjualan barang jambretan kedua rekannya tersebut. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, kejahatan yang dilakukan tiga pelaku kriminal itu sebenarnya berlangsung sekitar dua bulan lalu, tepatnya Minggu (2/9) sekitar pukul 23.10.

Kala itu, Sarif yang beralamat di Perum Kebalenan Indah, Banyuwangi, itu menunggang sepeda motor bersama Enggar yang tinggal di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Glagah. Rupanya, keduanya sengaja berkeliling kota menjelang tengah malam untuk mencari warga yang bisa dijadikan korban kejahatan.

Sebab, saat itu Enggar sudah membawa senjata tajam. Ketika melintas di Jalan Surati, Banyuwangi, dua pe muda tersebut melihat seorang wanita mengendarai sepeda motor. Keduanya pun membuntuti perempuan yang belakangan diketahui bernama Niken tersebut. Setelah posisi motor yang mereka tumpangi cukup dekat dengan sepeda motor perempuan yang baru saja pulang kerja di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Kalipuro itu, keduanyapun melaksanakan niat jahatnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
SD di Banyuwangi Dibobol Maling, Laptop hingga Kotak Amal Raib