Kos-kosan Pria dan Wanita Harus Dipisah

0
716

BANYUWANGI – Aksi perkosaan yang menimpa mahasiswi asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Selain memproses hukum para pelaku tindak asusila, polisi juga mulai meningkatkan pengawasan dan menertibkan sejumlah rumah kos yang dicurigai rawan tindakan serupa.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sasaran utamanya adalah rumah kos yang menerima penghuni pria dan perempuan dalam satu lokasi. Bila nanti ditemukan hal demikian, polisi akan memberi sanksi khusus kepada pengelola kos tersebut. “Nanti yang tidak mengindahkan aturan ini akan kami tindak,” tegas AKP Ketut Redana, Kapolsek Banyuwangi.

Ketut menambahkan, sejauh ini masih banyak pengusaha rumah kos yang menerima penghuni kos dengan jenis kelamin berbeda dalam satu rumah. Meski berbeda kamar, tapi laki- laki dan perempuan tidak boleh dalam satu rumah kos.

Pihaknya sudah sering memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pengusaha rumah kos agar sebuah rumah kos hanya menerima satu jenis kelamin. “Kami harap kamar kos itu jika menerima perempuan ya perempuan saja. Jangan dicampur, nanti bisa muncul perkosaan,” terangnya.

Loading...

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Banyuwangi akan meningkatkan penertiban. Hal itu dilakukan demi keamanan dan ketertiban rumah kos dan lingkungan sekitar. Rumah kos yang penghuninya laki-laki dan perempuan jelas-jelas melanggar perda tentang rumah  kos.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last