Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Larang Bongkar- Muat di Pinggir Jalan

larangGENTENG – Terbakarnya truk tangki Pertamina di Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, beberapa waktu  lalu menyebabkan berbagai kalangan membuka mata. Agar kejadian serupa tidak terulang, truk tangki Pertamina dilarang keras melewati jalur perkotaan. Sekadar diketahui, truk tangki Pertamina bermuatan 32.000 liter bahan bakar minyak (BBM) tersebut terbakar setelah menabrak sebuah motor Yamaha Mio. Beruntung, kecelakaan yang terjadi pada Jumat pekan lalu (6/9) tersebut tidak menimbulkan ledakan.

Hal itu yang menyebabkan pemerintah setempat berusaha mencari solusi agar kejadian tersebut tidak terulang. Bukan hanya truk tangki Pertamina, bongkar-muat tabung gas elpiji juga disorot. Seperti diketahui, bongkar-muat tabung gas elpiji juga dilakukan di jalur perkotaan tersebut. Lokasinya tak jauh dari tempat terbakarnya truk tangki Pertamina itu. Padahal, di jalur tersebut padat kendaraan. Bahkan, sering terjadi kemacetan.

Camat Genteng Yusdi Irawan menyadari ancaman bahaya itu. Dia pun sudah me-warning pengelola tabung gas elpiji agar tidak bongkar-muat di tepi jalan. ‘’Sudah kita imbau agar gudangnya dipindah,” ungkap Yusdi saat ditemui koran ini di balai Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin. Awalnya, imbauan tersebut ditolak mentah-mentah pemilik usaha dengan label UD tersebut.

Alasannya, mereka sudah mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). ‘’Kalau masih ngotot, nanti kalau ada apa-apa, apa mau dia tanggung jawab,” selorohnya. Imbauan tersebut murni demi keselamatan bersama. Sebab, bongkar-muat tabung elpiji tersebut dilakukan pada siang hari. ‘’Kalau terjadi gesekan dengan hawa panas, kan bisa bahaya,” tandas mantan Camat Purwoharjo itu. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE