Larangan Ponsel Khusus untuk SD

0
395

BANYUWANGI – Rencana Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang akan melarang para siswa membawa telepon seluler (ponsel), ternyata semakin banyak mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Setelah anggota DPRD dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Banyuwangi menolak, kali ini giliran Majelis Ulama Banyuwangi (MUI) Banyuwangi yang buka suara.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam rilis yang disampaikan pada wartawan koran ini kemarin (25/3), Sekretaris MUI Banyuwangi Nur Khozin Cholil sepakat dengan rencana pemkab yang akan melarang siswa membawa ponsel. Namun menurutnya, siswa yang dilarang bawa ponsel itu hanya pelajar di tingkat dasar. “Anak SD atau MI (Madrasah Ibtidaiah) itu jangan dipegangi ponsel,” katanya.

Menurut Khozin, sebelum melakukan pelarangan membawa telepon seluler (ponsel) ini, sebenarnya bupati akan lebih baik menggunakan kewenangannya untuk menata sekolah-sekolah yang ada. Setiap sekolah, diberi motivasi untuk menjadi sekolah binaan. “Semua sekolah biar berlomba untuk menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Setiap sekolah, lanjut dia, juga diberi anggaran sendiri untuk pengadaan lemari yang bisa dibuat tempat barang-barang milik siswa seperti ponsel. “Saat jam masuk kelas, semua ponsel harus ditaruh di lemari itu, tidak boleh dibawa masuk kelas,” ungkapnya.

Loading...

Untuk menjauhkan para siswa mengakses internet melalui ponsel, sebut dia, pihak sekolah minimal satu pekan sekali harus memeriksa ponsel yang dibawa oleh para siswa. Semua ini, agar penyalahgunaan ponsel bisa dihindari. “MUI sepakat ponsel para pelajar itu yang tidak bisa dibuat mengakses internet,” cetusnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2