Layani Korban Kecelakaan Terpadu

0
785
RAWAT KORBAN : Dokter dan perawat IGD RS Al Huda memberikan pertolongan bagi pasien korban laka lantas.

GAMBIRAN-Demi melayani korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) secara terpadu, Rumah Sakit (RS) Al Huda menjalin kerja sama dengan PT. Jasa Raharja. Setiap korban laka lantas dan penumpang umum akan dilayani perawatan kesehatannya.

Bahkan dibantu proses pengurusan klaim atau santunan oleh pihak RS Al Huda. Menurut dr. Khusnul Imama, Manajer Instalasi Gawat Darurat RS Al Huda, kesepakatan bersama itu bertujuan meningkatkan kualitas penanganan terhadap korban laka lantas dan penumpang umum secara terpadu. Di samping itu, juga dalam upaya untuk mensinkronisasi data korban kecelakaan.

Juga demi mempermudah proses pelayanan kesehatan bagi korban laka dalam mendapatkan hak santunan. “Pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas dipermudah dalam hal perawatan kesehatannya maupun pengurusan haknya atas santunan” terangnya. Dijelaskan, saat ini pengembangan sarana fi sik dan teknologi medis di RS Al Huda berupa Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, Radiologi 24 jam dengan CT Scan, ruang ICU, serta kamar operasi.

IGD RS Al Huda saat ini telah dilengkapi sarana cukup memadai. Seperti dilengkapi ruang resusitasi, ruang tindakan bedah, dan ruang tindakan medis. “Pengaturan ruangan ini bertujuan, supaya pelayanan di IGD bisa tanggap dan cepat, sehingga dapat menjamin keselamatan dan pencegahan kecacatan dengan lebih baik,” jelasnya.

Begitu juga dengan peralatan yang disediakan, mulai dari pasien monitor, DC shock, infus pump, dan lainnya. Semua peralatan itu dapat menunjang pengobatan dan penanganan pasien dengan lebih baik. Radiologi beroperasi 24 jam selalu siap melakukan pemeriksaan radiologi kapan saja. Dilengkapi CT Scan canggih 2 Slice dapat memberikan gambaran diagnose pasien dengan lebih akurat dan tepat.

Kesemuanya ini memberikan kontribusi yang besar dalam penanganan pasien, khususnya pasien kecelakaan. Sehingga penanganan lanjutan akan bisa lebih terarah dengan baik,” paparnya Imama. Demikian juga kamar operasi didukung oleh dokter bedah saraf, yang dapat menangani pasienpasien trauma atau kecelakaan. Baik cedera kepala ringan sampai cedera kepala berat.

Juga didukung oleh dokter spesialis bedah tulang, yang siap menangani pasien dengan kasus trauma khusus tulang. Imama menjelaskan, dengan menjalin kerja sama antara pihak Jasa Raharja dengan RS Al Huda, diharapkan korban laka lantas dapat lebih terbantu saat dirawat di RS Al Huda. Selain karena kesigapan petugas dan kesiapan pelayanan, juga karena proses pengurusan santunan langsung dilayani pihak RS.

Semua berkas, termasuk kelengkapan klaim ke Jasa Raharja dilaksanakan oleh petugas dari RS Al Huda, mulai dari penyiapan berkas resume medis dan formulir klaim, fotokopi identitas pasien maupun kelengkapan lain yang diperlukan ,” jelasnya Sesuai ketentuan, tandas dia, tidak semua korban laka lantas bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

Sebab, ada beberapa persyaratan tertentu yang harus terpenuhi. Salah satunya kecelakaan yang terjadi melibatkan kendaraan bermotor atau menjadi korban atas kecelakaan kendaraan bermotor. Karena dalam proses administrasi melibatkan pihak satuan lantas, maka korban laka lantas harus segera melaporkan kepada pihak kepolisian begitu ada laka lantas.

Tujuannya supaya dapat segera diproses pembuatan surat keterangan kecelakaan dari pihak kepolisian, yang merupakan persyaratan utama untuk mendapatkan santunan Jasa Raharja. “Diharapkan dengan sinergi ini, masyarakat korban kecelakaan lalu lintas dapat dilayani dengan baik di RS Al Huda. Tanpa harus merisaukan biaya perawatan yang harus dibayarkan,” pesan Imama. (radar)