Lihat Penampakan saat Pindahkan Mayat ke Mobil

0
3755
TUNGGU PASIEN: Sugiarto bersama mobil ambulans RSUD Blambangan.

Menjadi sopir ambulans adalah makanan sehari-hari Sugiarto. Sudah hampir 10 tahun dia mengabdikan diri sebagai driver di RSUD Blambangan. Banyak suka dan duka mengiringi profesi mulia warga Lingkungan Gentengan, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi, itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

CUACA Banyuwangi terasa menyengat kulit sepanjang hari kemarin. Namun, teriknya matahari itu tidak mempengaruhi kesibukan yang berlangsung di RSUD Blambangan. Lalu-lalang petugas rumah sakit, pasien, dan para penjenguk menjadi pemandangan yang cukup familiar di rumah sakit milik Pemerintah Daerah Banyuwangi tersebut.

Mulai instalasi rawat darurat (IRD), poli, hingga apotek sesak pengunjung. Pemandangan tersebut sesuai dengan penuhnya lahan parkir kendaraan pengunjung di depan rumah sakit. Di sana tampak dua buah unit mobil ambulans yang diparkir berjajar dengan mobil lain. Ke mana sopirnya? Nah, tidak sulit mencari juru mudi mobil yang identik dengan palang merah itu. Di bawah pohon beringin yang cukup rindang, Sugiarto duduk sambil berbincang dengan rekannya.

Senyumnya mengembang saat wartawan koran ini menyapa pria yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil itu. Dia berada di bawah pohon beringin bukan lantaran sedang nonjob. Dia mengaku sedang menunggu pasien rumah sakit yang akan diantar pulang ke rumahnya Meski diburu waktu, Sugiarto sempat men ceritakan perjalanan dirinya sampai menjadi pengemudi ambulans.

Ceritanya dimulai tahun 1996. Kala itu, dia sudah akrab duduk di belakang kemudi mobil. Namun, saat itu dia tidak bertugas sebagai sopir mobil ambulance. Dia pernah ber tugas sebagai sopir camat. Pernah pula menjadi sopir sejumlah satuan kerja pemerintah daerah kabupaten (SKPD). Dia baru diplot sebagai sopir ambulans rumah sakit pada tahun 2005. Setiap hari dia bekerja tujuh jam, karena sehari ada empat shift. Sejak itu, Sugiarto terbiasa dengan mobil yang dilengkapi fasilitas medis, sirine, dan lampu rotator.

Mengendalikan kemudi mobil ambulans memberi pengalaman tersendiri baginya. Melayani pasien yang hendak berobat ke rumah sakit juga pengalaman berharga baginya. Dia selalu dituntut memberi layanan cepat, aman, tuntas, dan memuaskan. Berkendara seperti pembalap pun ter kadang harus dilakoni. Sebab, tidak jarang ada pasien yang ingin cepat sampai tujuan. Kondisi itu membuat dirinya harus ngebut demi memenuhi keinginan pasien. Jika demikian, sirine pun meraung-raung.

Meski ngebut, Sugiarto menyatakan bukan berarti harus ugal-ugalan. Bila jalan sedang ramai, paling banter dia menginjak pedal gas hingga 60 km per jam. Namun, bila jalan sepi, kecepatan dinaikkan hingga 80 km per jam. “Sikap keluarga pasien macam-macam. Kadang ada yang ingin cepat. Melaju 80 km per jam pun masih dianggap pelan,” kenangnya.

Menjalankan mobil ambulans seorang diri memang memiliki risiko tersendiri. Apalagi, saat mengantarkan pasien keluar kota, seperti Surabaya, Jember, Malang, Semarang, dan Jakarta. Dia harus melakukan perjalanan panjang se orang diri. Saat masih ada pasien, su asana dalam perjalanan masih ramai, karena ada teman ngobrol. Namun, bila pasien sudah turun, maka Sugiarto sendirian dalam mobil. Hal itu terkadang menimbulkan ketidaknyamanan.

Apalagi, bila di tengah jalan tiba-tiba ban kempis. Mau tidak mau dia harus menyelesaikan pekerjaan itu seorang diri. “Alhamdulillah semua bisa diatasi. Tidak ada kejadian luar biasa. Berangkat selamat, pulang pun selamat,” ujarnya. Nah, ada kejadian mistis yang pernah dia ala mi. Dia mengaku melihat penampakan makhluk halus saat akan memindahkan mayat ke mobilnya. Penampakan menyerupai perawat itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Namun, soal gangguan makhluk ha lus di dalam mobil ambulans belum pernah dia alami. “Habis ngantar pasien, mobil selalu di cuci agar bersih dari hal itu,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Jasa Kalibrasi Total Station Topcon Gm-55 Murah Hub:0856-0366-2655

Jasa Kalibrasi Total Station Topcon Gm-55 Murah Hub:0856-0366-2655

Contac : Rifat Whatsapp: 0856-0366-2655 Telepon : 0859-2126-4735 Gmail : [email protected] Website : https://www.reselleralatsurvey.com/ Trima Kasih Atas Keja Sama Bapak/ibu…
01/18/2019
KOTA JAKARTA BARAT

Kata kunci yang digunakan :