Lion Lirik Wongsorejo Siap Bangun Pabrik Truk

0
226

WONGSOREJO- Group Lion Air berminat membangun pabrik truk di Banyuwangi. Rencana itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat kunjungan kerja di Kecamatan Wongsorejo kemarin (10/6). Saat bertatap muka dengan warga di pabrik pengolahan jagung Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Bupati Anas menyampaikan kalau dirinya baru saja bertemu Direktur Utama (Dirut) Lion Air, Rusdi Kirana di Jakarta.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam pertemuan pada acara launching Batik Air yang merupakan milik Lion Air Group itu, Rusdi Kirana menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Bumi Blambangan. Di sela-sela acara tersebut, Lion Air juga meneken kontrak kerja sama dengan investor asal Eropa dan India. Kontrak kerja sama itu dalam rangka untuk investasi baru, berupa pembangunan pabrik bus dan truk.

Pihak Lion Air melalui Dirut Rusdi Kirana menyampaikan kepada Bupati Anas, bahwa pabrik truk itu akan dibangun di Banyuwangi. Sedangkan untuk pembangunan pabrik busnya akan dibangun di Purwokerto. Realisasi pembangun pabrik truk itu akan diwujudkan di Banyuwangi dengan beberapa catatan. Beberapa catatan yang disampaikan Rusdi Kirana adalah soal penyediaan tanah atau lahan yang cepat, mudah, dan bisa diperoleh.

“Kalau tanah yang dibutuhkan bisa diperoleh dengan cepat dan mudah, maka pabrik truk itu akan dibangun Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas. Sebaliknya, lanjut Anas, kalau Lion Air cukup lama dan kesulitan mendapat lahan di Banyuwangi, maka lokasi pabriknya akan dipindahkan ke daerah lain. Rencana pembangunan pabrik truk itu investasinya bernilai sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 700 miliar.

Dari pemaparan yang disampaikan Rusdi Kirana itu, kata Bupati Anas, investasi Rp 700 miliar itu akan membuka lapangan kerja sekitar 5.000 orang. “Investasi Lion Air itu rencananya kita dipusatkan di Kecamatan Wongsorejo,” tegasnya. Usai bertemu dengan Rusdi Kirana, Bupati Anas langsung mengagendakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan warga Kecamatan Wongsorejo. Sepulang dari Jakarta, Anas lang- sung mampir ke Wongsorejo.

Pertemuan dengan Dirut Lion Air dilakukan di Jakarta Jumat malam. Setelah pertemuan, Bupati Anas langsung terbang ke Surabaya dan tiba di Wongsorejo sekitar pukul 03.30 Minggu pagi kemarin. Anas langsung menggelar salat subuh berjamaah di masjid Agung Kecamatan Wongsorejo. Usai salat subuh, Bupati Anas menyampaikan hasil pertemuannya dengan Dirut Lion Air kepada jamaah salat subuh. Siang harinya, Bupati Anas dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) melanjutkan pertemuan dengan warga Wongsorejo.

Dalam beberapa kali pertemuan dengan warga, Bupati Anas minta dukungan masyarakat Wongsore- jo untuk merealisasikan kawasan industri. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan Bupati Anas, masyarakat ikut terlibat secara langsung untuk menghalau datangnya para spekulan tanah. Jika spekulan tanah ikut bermain, maka investor yang akan datang itu tentu akan lari. “Karena itu, masyarakat kita harapkan ikut menghalau datangnya spekulan tanah yang akan merusak investasi,” katanya.

Investasi akan gagal dibawa ke Wongsorejo, kalau spekulan tanah ikut bermain dalam proses pembebasan lahan. Sebab kalau spekulan tanah ikut campur tangan, maka cost investasi akan lebih mahal. “Mereka akan lari dan mencari daerah yang lebih mudah dan cepat memperoleh lahan untuk investasi,” tegas. Karena itu, Bupati Anas minta semua warga Wongsorejo berperan dan terlibat aktif dalam mewujudkan percepatan kawasan industri dan investasi. “Kuncinya di masyarakat.

Kalau rakyat mendukung datangnya investasi, maka investor akan segera datang ke Banyuwangi,” katanya. Saat ini, tambah Anas, harga lahan hak guna usaha (HGU) di Karawang sekitar Rp 5.000 hingga Rp 9.000 per meter per- segi. Jika harga lahan di Banyu- wangi melebihi harga di Karawang, investor ke akan lari Karawang karena lokasinya lebih dekat dengan Jakarta. “Kalau masyarakat mendu- kung dan tidak ada konflik di masyarakat, maka semua in- vestor akan datang ke Wongso- rejo. Ini penting saya sampai- kan karena menyangkut masa depan rakyat Banyuwangi,” tambahnya. (radar)

Loading...