Lokalisasi Sumberloh Masih Ramai

0
1595

Salah satu PSK di lokalisasi Sumberloh dengan pengunjung di wismanya Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, kemarin (8/4).

SINGOJURUH – Meski sering dilakukan penertiban, sejumlah lokalisasi penjaja seks komersial (PSK) di Banyuwangi masih tetap buka. Salah satunya di lokalisasi Sumberloh, Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, kemarin (8/4/2018).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di tempat itu, sejumlah PSK tampak asyik tongkorongan di depan wismanya sambil menunggu pelanggan.

Untuk masuk ke lokalisasi PSK terbesar di Banyuwangi itu, hanya ada satu satu jalan. Setiap pengunjung yang akan masuk, dikenakan biaya Rp 5000. Biaya itu belum termasuk untuk parkir motor Rp 10 ribu.

“Masuk lewat pintu gerbang, pengunjung harus bayar,” cetus pria yang mengaku bernama Hariyanto, warga setempat.

Menurut Hariyanto, untuk masuk ke lokalisasi itu harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Meski tidak seramai beberapa tahun lalu, tapi sejumlah PSK dari berbagai daerah di Jatim masih ada yang mangkal. “Masuknya harus bayar dulu dan menunjukkan KTP,” katanya.

Di lokalisasi Sumberloh itu, terang dia, sangat terkoordinir. Itu mulai dari pengamanan, pengawasan, dan pengurus lokalisasi. “Sudah terkoordinir semuanya, jadi kalau ada petugas yang akan melakukan penggerebekan bisa cepat diketahui,” cetusnya.

Untuk tarif kencan para PSK, jelas dia, juga lumayan terjangkau. Sekali kencan mulai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. “Yang datang mulai dari anak usia 17 tahun hingga usia tua,” ungkapnya.

Di lokalisasi Sumber Loh itu, masih kata dia, hampir setiap rumah ada PSK. Para PSK itu, kebanyakan didatangkan dari luar Banyuwangi. “Kebanyakan dari daerah Jember, tapi juga ada dari daerah lain,” cetusnya.

Di lokalisasi Sumber Loh di Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, masih aktif hingga saat ini. Setiap hari, di tempat pelacuran itu selalu ada pelanggan yang datang.

Sayangnya, ketua RT Sumber Loh, Frengky tidak bisa dikonfirmasi. Saat akan ditemui di rumahnya, ternyata sedang tidak ada di tempat. “Frengky keluar,” ujar salah satu warga di lokalisasi itu.

Ketika menghubingi melalui nomor ponselnya, ternyata juga tidak ada jawaban, meski terdengar nada masuk.

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :