Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Masih Berpeluang Hujan Es

masih-berpeluangBANYUWANGI – Fenomena hujan es seperti yang terjadi di Desa Badean, Kecamatan Kabat, dan Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Selasa sore (29/1) masih berpotensi terjadi lagi. Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro mengatakan, hujan es tersebut disebabkan awan jenis Cumolonimbus (Cb) . Awan tersebut memiliki puncak menjulang tinggi hingga mencapai lapisan tropopous (lapisan atmosfer yang berlokasi lebih dari 10 ribu kaki dari daratan).

Lapisan tropopous tersebut berada di antara lapisan troposfer dan statosfer. Gigik menjelaskan, jika puncak awan Cb mencapai lapisan tropopous yang notabene meru pakan lapisan beku, maka akan terjadi pergolakan atau turbulensi di dalam awan tersebut. “Jika saat sampai di lapisan bawah, suhu air masih berada pada titik beku, maka dapat mengakibatkan hujan es,” ujarnya kemarin (30/1). Dikatakan, pada musim hujan seperti saat ini, fenomena hujan es memang berpeluang terjadi.

“Setiap kali ada awan Cb, hujan es berpeluang terjadi. Hujan es bisa terjadi di mana pun,” kata Gigik. Selain berpotensi mengakibatkan hujan es, imbuh Gigik, awan Cb juga bisa mengakibatkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang. “Masyarakat harus waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang tersebut,” tuturnya. Lebih lanjut Gigik mengata kan, secara umum cuaca di Banyuwangi selama dua hingga tiga hari ke depan cenderung terik pada pagi sampai siang hari. “Hujan akan terjadi pada sore hingga menjelang malam,” pungkasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE